My Attitude Based On How You To Treat Me

Senin, 05 Juni 2017


STUDI KASUS
MELEMAHNYA KURS RUPIAH



  




  
Disusun Oleh:
Viva Widya Dwi Castrena (27215061)

KELAS 2EB06
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata Kuliah: Aspek Hukum dalam Ekonomi
Dosen: Ibu Tri Damayanti


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Uang adalah alat tukar yang sah sebagai pembayaran dalam melakukan transaksi. Setiap Negara memiliki mata uang yang berbeda-beda dan memiliki nilai yang berbeda pula antarnegara. Ini membuat adanya kurs tukar atau nilai tukar yang disepakati antar dua negara. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini nilai tukar rupiah melemah. Hal ini menyebabkan penurunan perekonomian di Indonesia. Keadaan rupiah yang melemah menyebabkan pasar cenderung meningkatkan harga-harga dan tentunya berdampak buruk bagi masyarakat Indonesia. Harga untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat tidak berbanding lurus dengan pendapatan masyarakat saat ini. Mengetahui hal itu, penulis melaksanakan studi kasus ini dengan maksud untuk membuat penelitian tentang melemahnya nilai rupiah dan berusaha mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Perkembangan ekonomi di Indonesia pada tahun 2017 sangat dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sangat berdampak terhadap kegiatan perekonomian di Indonesia. Melemahnya nilai mata uang rupiah jelas memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

B.     Batasan Masalah
Agar permasalahan yang dibahas tidak terlalu meluas, maka pada laporan studi kasus ini hanya membahas hal-hal apa saja yang menyebabkan kurs rupiah semakin melemah khususnya dalam transaksi jual-beli mata uang USD.

C.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat diambil permasalahan yang mungkin timbul :
1.       Apa saja penyebab terjadinya kurs rupiah yang melemah?
2.       Bagaimana dampak dan solusi dari semakin kuatnya mata uang USD terhadap rupiah (IDR) ?

D.    Tujuan Penyusunan
Tujuan penyusunan laporan ini meliputi:
1.       Untuk mengetahui permasalahan kurs rupiah.
2.       Digunakan sebagai bahan untuk menentukan jalan keluar/pemecahan masalah bagi masyarakat Indonesia.
3.       Mengetahui penyebab terjadinya kurs rupiah yang melemah.
4.       Mengetahui solusi dari permasalahan kurs rupiah yang melemah.

E.    Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data tentang melemahnya kurs rupiah, penulis menggunakan teknik :
1.       Penelitian Kualitatif
Dengan teknik pengumpulan data studi kasus (case study).





BAB II
IDENTIFIKASI KASUS


KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA 
MATA UANG USD
 
Grafik Time Series
Nilai
Kurs Jual
Kurs Beli
Tanggal
1.00
13,388.00
13,254.00
31 Mei 2017
1.00
13,403.00
13,269.00
30 Mei 2017
1.00
13,379.00
13,245.00
29 Mei 2017
1.00
13,361.00
13,229.00
26 Mei 2017
1.00
13,383.00
13,249.00
24 Mei 2017
1.00
13,362.00
13,230.00
23 Mei 2017
1.00
13,363.00
13,231.00
22 Mei 2017
1.00
13,477.00
13,343.00
19 Mei 2017
1.00
13,410.00
13,276.00
18 Mei 2017
1.00
13,373.00
13,239.00
17 Mei 2017
1.00
13,364.00
13,232.00
16 Mei 2017
1.00
13,386.00
13,252.00
15 Mei 2017
1.00
13,407.00
13,273.00
12 Mei 2017
1.00
13,422.00
13,288.00
10 Mei 2017
1.00
13,384.00
13,250.00
9 Mei 2017
1.00
13,391.00
13,257.00
8 Mei 2017
1.00
13,406.00
13,272.00
5 Mei 2017
1.00
13,397.00
13,263.00
4 Mei 2017
1.00
13,363.00
13,231.00
3 Mei 2017
1.00
13,383.00
13,249.00
2 Mei 2017



BAB III
PEMBAHASAN

Rupiah bergerak melemah. Nilai tukar rupiah jatuh baik di perdagangan antarbank maupun di pasar spot. Sementara itu, indeks dollar AS memang semakin menguat. Indeks yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap mata uang utama dunia naik 0,14%.
Mengutip Bloomberg, penurunan rupiah disetir kondisi global, di mana pasar menarik dana dari aset berisiko, sementara kondisi global masih diliputi pelemahan. Salah satunya pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan, zona euro masih membutuhkan stimulus moneter saat ini.

A.     Penyebab Melemahnya Kurs Rupiah
Pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh beberapa faktor, yakni faktor internal dam eksternal. Faktor internal antara lain:
1.       Terus membengkaknya defisit neraca transaksi berjalan yaitu ekspor dan impor barang. Penyebab defisit adalah naiknya impor bahan baku dan barang modal dan pembayaran utang luar negeri.
2.       Kecenderungan perusahaan dalam negeri membayar hutang dalam bentuk dollar. Dollar semakin banyak digunakan dan stoknya Kurs beli dollar menguat, sedangkan kurs jual rupiah melemah.
3.       Produk impor sangat banyak pasaran, sementara ekspor Indonesia agak Negara mengalami defisit perdagangan, akibatnya nilai tukar rupiah melemah.
4.       Aktivitas perusahaan asing membayar dividen dalam bentuk dollar ke Negara
5.       Sifat masyarakat yang konsumtif terhadap barang-barang mewah luar negeri sehingga meningkatkan penggunaan dollar.
6.       Banyak masyarakat yang lebih menyukai barang luar negeri dari pada produk lokal, hal ini menyebabkan tingginya angka impor dan rendahnya angka

Selain faktor internal diatas, naik turunnya nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal:
1.       Aksi borong dollar yang dilakukan spekulan asing menjelang akhir Aksi ini dipicu oleh momen liburan panjang seluruh umat manusia berkaitan dengan perayaan natal dan tahun baru masehi. Kebutuhan akan Dollar meningkat drastis.
2.       Kebijakan moneter Eropa dan Jepang yang melemahkan Euro dan Yen. Euro melemah sebanyak 13 persen dan yen melemah 12 persen. Kebijakan moneter (quantitative easing/QE) diambil agar pasar mata uang pemakai euro dan yen lebih Imbasnya, kondisi ekonomi negara-negara berkembang menjadi tak stabil dan mata uang mereka cenderung melemah.
3.       Membaiknya ekonomi AS sehingga nilai tukar dolar AS menguat terhadap semua mata uang lain.
4.       Isu kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) untuk menarik dana insentif untuk memperbaiki ekonomi AS karena ekonomi AS memang sudah membaik (dikenal sebagai kebijakan Tappering Off)

B.     Dampak Kurs Rupiah Yang Melemah
1.       Karyawan bergaji dollar diuntungkan.
Apabila kurs rupiah melemah, nilai dolar AS akan meningkat. Dengan begitu, mereka yang bergaji dolar AS akan diuntungkan. Sebab dolar yang didapat bila dikonversikan ke rupiah, jumlah rupiah yang didapat lebih banyak dari sebelum melemahnya rupiah.

2.       Keuntungan Eksportir Dalam Negeri Meningkat
Akibat kurs rupiah melemah maka banyak permintaan dari luar terhadap produk-produk Indonesia. Meningkatnya pembelian produk-produk dalam negeri tentu saja meningkatkan keuntungan beberapa eksportir Indonesia, seperti eksportir mebel dan tekstil.
Kondisi ini adalah hal yang logis karena bila barang-barang dalam negeri dijual dengan mengacu pada rupiah, sudah tentu importir yang membelinya dengan mengonversi dolarnya ke rupiah akan mendapatkan barang dalam jumlah lebih besar daripada sewaktu rupiah menguat.
Sayangnya, keuntungan tersebut tidak dirasakan semua eksportir. Bagi eksportir yang produksi produk-produknya mengandalkan bahan baku dari luar negeri, melemahnya rupiah justru memaksa mereka untuk menaikkan harga jual produknya. Naiknya harga jual produk yang sebanding dengan menguatnya dolar tidak membawa keuntungan berarti bagi eksportir tersebut.

3.       Barang Impor Menjadi Mahal, Barang Lokal Semakin Laris di Pasaran
Dampak yang sangat terasa dengan melemah kurs rupiah adalah harga produk impor yang semakin mahal. Naiknya harga barang impor akan membuat masyarakat beralih ke produk lokal yang harganya lebih terjangkau. Sebagai contoh, karena rupiah melemah, harga buah impor mengalami kenaikan. Masyarakat pun menjadi enggan untuk membeli buah impor dan memutuskan beralih mengonsumsi buah lokal.
Jika lebih banyak orang memilih buah-buahan lokal, buah-buahan impor akan surut jumlahnya. Situasi ini membuat importir buah mengalami penurunan omzet. Namun, saat yang bersamaan, petani dan pedagang buah lokal memperoleh keuntungan.

4.       Suku Bunga Naik, Risiko bagi Pertumbuhan Kredit
      Melemahnya rupiah menjadi dilema bagi Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas urusan moneter dalam negeri. Bersama dengan Pemerintah, BI terus menstabilkan nilai rupiah yang turun dan menjaga rupiah agar tidak melemah. Menaikkan suku bunga merupakan langkah yang mau tak mau harus dilakukan akibat melemahnya kurs rupiah.
      Lalu, apa dampak dari dinaikkannya suku bunga? Paling jelas adalah pertumbuhan kredit menjadi melambat. Orang-orang enggan untuk mengambil kredit sebab bunganya yang mahal. Selain itu, bukan tidak mungkin meningginya kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebagai dampak dari kenaikan suku bunga.

5.       Melemahnya Rupiah Mengancam Obligasi dan Surat Utang Negara (SUN)
      Dampak negatif dari melemahnya kurs rupiah juga menyasar ke perdagangan obligasi dan Surat Utang Negara (SUN). Dengan mengacu pada lemahnya kurs rupiah, investor-investor akan menjual obligasi dan SUN yang telah mereka beli.
      Situasi kian buruk jika tidak ada yang membeli obligasi dan SUN. Harga obligasi dan SUN nantinya bisa merosot dan dapat berakibat terhadap kurs rupiah. Karena itu, dalam situasi ini Bank Indonesia (BI) akan mengambil tindakan dengan membeli obligasi dan SUN yang dijual investor-investor asing. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan pasar uang.

C.     Solusi Terhadap Kurs Rupiah Yang Melemah
1.       Memperbaiki defisit transaksi berjalan dengan cara mulai membangun industri-industri substitusi impor.
      (Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) adalah kebijakan perdagangan dan ekonomi yang mendukung penggantian barang impor asing dengan barang produksi dalam negeri. ISI didasarkan pada anggapan bahwa sebuah negara harus mengurangi ketergantungannya pada negara asing dengan mengembangkan produk industri dalam negerinya)

2.       Menarik pulang devisa hasil ekspor yang sekarang masih banyak parkir di bank-bank luar negeri dengan cara:
Membebaskan pajak bunga deposito hasil ekspor tersebut. Kepulangan devisa hasil ekspor sangat penting untuk meyangga cadangan devisa Indonesia untuk kepentingan BI menstabilkan nilai tukar rupiah.

3.       Memakai Produk Dalam Negeri
      Dengan tujuan menekan harta dan devisa negara yang tersedot ke luar negri. Dengan meningkatkan pemakaian produk dalam negeri maka modal akan berputar di dalam negeri sehingga likuiditas tetap terjaga. Tentunya ada satu syarat yaitu value produk nasional harus ditingkatkan.

4.       Buy Back Saham Perusahaan yang dikuasai Pihak Asing
      Dengan adanya trend go public, perusahaan besar di Indonesia termasuk BUMN sahamnya telah banyak dimiliki oleh pihak asing. Diantaranya adalah: Telkom, XL, dan Indosat. Tentunya dengan adanya kepemilikan asing, maka deviden juga lari ke pihak asing. Ini berarti dana segar yang berasal masyarakat Indonesia tertarik ke luar sehingga mengakibatkan turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

5.       Berantas Korupsi
      Dengan adanya gerakan pemberantasan korupsi yang telah dilakukan oleh KPK, dana pembangunan pemerintah diharapkan akan jatuh pada tempat yang semestinya sehingga setiap tahun pembangunan dapat dilaksanakan dengan pengawasan yang optimal. Dengan begini seluruh sektor perekonomian akan berkembang.

6.       TKI Pahlawan Devisa Negara Indonesia
      TKI merupakan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri dan mengirimkan uang hasil kerjanya ke Indonesia. Pemerintah sebaiknya memperhatikan satu point ini yang dapat meningkatkan nilai tukar rupiah dengan cara menyaring kualitas TKI agar Tenaga Kerja asal Indonesia dapat bekerja dengan kualitas yang tinggi di negara lain sehingga negara lain menerima bahkan membutuhkan TKI lebih banyak dari sebelumnya, dikarenakan kinerja dan kualitas nya lebih baik.

7.       Iklan di media
      Tujuan iklan di media ini lebih terkait dengan kampanye gerakan cinta produk dalam negeri. Sama dengan poin ketiga dengan memakai produk dalam negeri maka modal berputar lebih banyak di negeri sendiri yaitu Indonesia.





BAB IV
PENUTUP

A.     Kesimpulan
      Berdasarkan hasil studi kasus ini, dapat disimpulkan bahwa untuk memperkuat Kurs Rupiah hal utama yang harus dilakukan adalah melalui tindakan diri sendiri dengan mencintai produk dalam negeri, jangan termakan trend jaman kini untuk lebih memilih membeli produk luar negeri. Tahun 2017 ini sudah banyak sekali produk-produk Indonesia yang tak kalah menarik dan siap bersaing secara Internasional. Lalu memperbaiki defisit transaksi berjalan dengan cara mulai membangun industri-industri substitusi impor, menarik pulang devisa hasil ekspor, buy back saham perusahaan yang dikuasai pihak asing hingga berantas korupsi, meningkatkan kinerja TKI sampai iklan di media adalah tugas pemerintah dan pihak-pihak yang bersangkutan.



DAFTAR PUSTAKA


Cicilia, Sanny. “Rupiah Dilepas, Kurs Melemah Ke Rp 13.330”. 30 Mei 2017. http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-dilepas-kurs-melemah-ke-rp-13330

Indonesia, Bank Sentral Republik. “Kurs Transaksi Bank Indonesia”. 3 Juni 2017. http://www.bi.go.id/id/moneter/informasi-kurs/transaksi-bi/Default.aspx


Oktavianus, Boby Chandro. “Dampak Ini yang Terjadi Akibat Melemahnya Kurs Rupiah”. 30 Mei 2017. https://www.cermati.com/artikel/dampak-ini-yang-terjadi-akibat-melemahnya-kurs-rupiah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar