HIDUP
ITU PILIHAN
19/11/2017 23:34 BY
VIVA WIDYA DWI CASTRENA
Kehidupan di era globalisasi saat ini tidaklah mudah untuk menggapai
cita-cita. Ketika terdapat perbedaan diantara beberapa orang yang memilih
untuk bersenang-senang sekarang dan beberapa orang yang memilih untuk belajar agar dapat
meraih masa depan yang cerah. Ketika kata-kata yang diucapkan melalui mulut
belum tentu sama dengan tindakan.
Pepatah berkata “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke
tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Artinya apabila
ingin mendapatkan kesenangan atau keberhasilan di kemudian hari haruslah berani
bersusah payah terlebih dahulu.
Terkadang ada baiknya kita renungkan perbuatan selama ini di dunia,
kenapa? Karena
hidup di dunia ini hanyalah sementara, masih ada kehidupan lain di alam sana
atau biasa disebut dengan kehidupan
kekal abadi. Ingat! Jangan lupa kita sebagai umat manusia terlahir dari
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan jangan lupa untuk berdekat diri kepada-Nya dengan
cara berbuat amal kebaikan seperti shalat, mengaji, dan berbuat hal baik kepada
orang lain.
Tidakkah kamu
tahu? Bahwa ucapan lebih tajam daripada pisau? Karena ucapan yang keluar dari mulut itu menyiratkan
ribuan makna, seperti kata-kata yang membahagiakan, melukai hati orang lain,
mengiris perasaan manusia, bahkan sampai menimbulkan perselisihan. Lebih baik
bicara apa adanya daripada bicara dengan penuh sandiwara ataupun kebohongan. Kenapa
demikian? Karena orang lain akan lebih menyukai bicara apa adanya
daripada yang penuh sandiwara yang akan menimbulkan kebencian. Ingat! Tuhan
menciptakan mulut itu didepan, yang berarti sebagai umat manusia yang baik
berbicaralah apa adanya daripada membicarakan aib-aib orang lain.
Pepatah
berkata “Mulutmu Harimaumu”. Artinya Segala perkataan yang diucapkan apabila tidak dipikirkan dahulu dapat
merugikan diri sendiri.
Ingat! Hidup
adalah pilihan, maka pilihlah yang baik dalam diri anda sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar