TUGAS
PENGANTAR BISNIS
AGROBISNIS
(BUDIDAYA –
PEMASARAN WORTEL)
NAMA DOSEN : DEASY DWI HANDAYANI
NAMA : VIVA WIDYA DWI CASTRENA
NPM :
27215061
KELAS :
1EB07
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2016
Pendahuluan
Wortel
(Daucus carota L) bukan tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari luar
negeri ang beriklim sedang. Tanaman wortel berasal dari Timur dekat (Asia
Kecil, Iran, Transcaucasia), Asia Tengah
(Punjab, Kasmir< Afghanistan, dan lain-lain). Tanaman ini ditemukan tumbuh
liar sekitar 6500 tahun yang lalu (Rukmana, 1995 dalam (Pohan, 2008)).
Dilihat dari
bentuknya terdapat tiga jenis wortel. Pertama, jenis imperator. Umbinya bulat
dan panjang, ujungnya lancip, terdapat akar serabut pada umbinya. Kedua, jenis
chantenay. Umbinya bulat dan panjang bersih dari akar serabut, ujungnya tumpul
cenderung membulat. Ketiga, jenis nantes. Sifat dan bentuknya campuran dari
kedua jenis di atas.
Budidaya
wortel paling cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari
1000 meter dpl. Meskipun begitu, budidaya wortel masih bisa dilaksanakan pada
lahan di atas 500 meter dpl. Tanaman wortel menyukai tanah yang mengandung
banyak humus dan gembur dengan tingkat keasaman antara pH 5,5-6,5.
Di Indonesia
budidaya wortel pada mulanya hanya terkonsentrasi di Jawa Barat yaitu daerah
Lembang dan Cipanas. Namun dalam perkembangannya menyebar luas ke daerah-daerah
sentra sayuran di Jawa dan Luar Jawa. Berdasarkan hasil survei pertanian
produksi tanaman sayuran di Indonesia (BPS, 1991) luas areal panen wortel nasional
mencapai 13.398 hektar yang tersebar di 16 propinsi yaitu; Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan,
Lampung, Bali, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi
Selatan, Maluku dan Irian Jaya.
Syarat
Tumbuh Tanaman Wortel.
Untuk
tanaman wortel, tanah dan iklim menjadi bagian yang penting dalam mempengaruhi
pertumuhan tanaman. Untuk menghasilkan umbi yang baik, tanaman wortel
memerlukan tanah lempung yang berpasir, gembur, tidak tergenang air, dan pH
sekitar 6,5. Tanaman wortel ini akan tumbuh dengan baik bila berada di daerah
dengan ketinggian lebih dari 1000-1500 m dari permukaan air laut, kebutuhan
suhu 15-21oC. Tanaman wortel dapat ditanam pada waktu musim kemarau asal dilakukan
penyiraman (Pracaya, 2002 dalam (Manalu, 2007)
Teknik
Budidaya Tanaman Wortel.
1. Penyiapan
Benih.
Duryatmo,
2006 dalam (Keliat, 2008), mengatakan bahwa Wortel dikembangkan dengan bijinya.
Biji ini disemaikan ditanah yang subur dan gembur. Bila tanahnya tidak gembur
akan terbentuk umbi yang tidak sempurna.
Zacky (2010), menambahkan cara penyemaian benih yang baik yaitu Biji
wortel di taburkan langsung di tempat penanaman, dapat disebarkan merata di
bedengan atau dengan dicicir memanjang dalam barisan. Jarak barisan paling
tidak 15 cm, kemudian kalau sudah tumbuh dapat dilakukan penjarangan sehingga
tanaman wortel itu berjarak 3-5 cm satu sama lain. Kebutuhan benih untuk
penanaman setiap are antara 150-200 gram. Para petani sayuran jarang
menggunakan lebih dari 10 kg benih untuk tiap hektar. Biji wortel akan mulai
berkecambah setelah 8-12 hari.
2.
Pengolahan Media Tanam.
Persiapan :
Mula-mula tanah dicangkul sedalam 40 cm, dan diberi pupuk kandang atau kompos
sebanyak 15 ton setiap hektarnya. Tanah yang telah diolah itu diratakan dan
dibuat alur sedalam 1 cm dan jarak antara alur 15-20 cm.Areal yang akan
dijadikan kebun wortel, tanahnya diolah cukup dalam dan sempurna, kemudian
diberi pupuk kandang 20 ton/ha, baik dicampur maupun menurut larikan sambil meratakan
tanah. Idealnya dipersiapkan dalam bentuk bedengan-bedengan selebar 100 cm dan
langsung dibuat alur-alur/larikan jarak 20 cm, hingga siap ditanam.
Pembukaan
Lahan: (1) Membuka Lahan, Babat pohon-pohon atau semak-semak maupun tanaman
lain yang tidak berguna.Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma), batu
kerikil dan sisa tanaman lain, dan (2) Mengolah Tanah,Olah tanah sedalam 30-40
cm hingga strukturnya gembur dengan alat bantu cangkul, bajak/traktor. Biarkan
tanah di kering anginkan selama minimal 15 hari, agar keadaan tanah benar-benar
matang.
Pembentukan
Bedengan: Olah tanah untuk kedua kalinya dengan cangkul hingga struktur tanah
bertambah gembur. Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 120-150 cm, tinggi
30-40 cm, jarak antar bedengan 50-60 cm dan panjang tergantung pada keadaan
lahan.
Pengapuran :
Lakukan pengapuran bila pH tanah asam di bawah 5 dengan cara menaburkan bahan
kapur seperti Calcit, Dolomit atau Zeagro 1 secara merata di permukaan tanah.
Dosis kapur yang diberikan berkisar antara 0,75-10,24 ton/ha. Campurkan kapur
dengan lapisan tanah atas (top soil) sambil dibalikan hingga benar-benar
merata. Bila tidak turun hujan, tanah yang telah dikapur sebaiknya disiram
(diairi) hingga cukup basah.
Pemupukan :
Sebarkan pupuk kandang yang telah matang (jadi) sebanyak 15-20 ton/ha di
permukaan bedengan, kemudian campurkan dengan lapisan tanah atas secara merata.
Pada tanah yang masih subur (bekas kubis atau kentang), pemberian pupuk dapat
ditiadakan. Ratakan permukaan bedengan hingga tampak datar dan rapi.
3. Teknik
Penanaman.
Penentuan
Pola Tanaman: Tanah kebun dicangkul sedalam 30-40 cm dan digemburkan. Setelah
itu di buat bedengan tanaman selebar kurang lebih 100 cm dan dibuat guritan
dengan jarak kurang lebih 20 cm.
Pembuatan
Lubang Tanam :Tanah diolah sedalam 30-40 cm hingga strukturnya gembur dengan
menggunakan traktor/bajak dan alat cangkul.
Cara
Penanaman :Tata cara penanaman (penaburan) benih wortel melalui tahap-tahap
sebagai berikut: Sebarkan (taburkan) benih wortel secara merata dalam
alur-alur/garitan-garitan yang tersedia.Tutup benih wortel dengan tanah tipis
sedalam 0,5-1 cm.Buat alur-alur dangkal sejauh 5 cm dari tempat benih arah
barisan (memanjang) untuk meletakkan pupuk dasar. Jenis pupuk yang diberikan
adalah campuran TSP ± 400 kg (± 200 kg P2 O5/ha) dengan KCl 150 kg (± 75 kg
K2O/ha).Sebarkan pupuk tersebut secara merata, kemudian tutup dengan tanah
tipis.Tutup tiap garitan (alur) dengan dedaunan kering atau pelepah daun pisang
selama 7-10 hari untuk mencegah hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran)
air sekaligus berfungsi menjaga kestabilan kelembaban tanah. Setelah benih
wortel tumbuh di permukaan tanah, penutup tadi segera di buka kembali.
Pola
Pertumbuhan Tanaman : Pertumbuhan awal tanaman wortel berlangsung lambat karena
kemunculan kecambah dapat beragam dari 7 sampai lebih dari 20 hari, dan daun
sejati pertama tidak berkembang hingga 3-4 minggu setelah tanam. Pertumbuhan
yang lambat ini akan menyebabkan tanaman wortel tidak dapat bersaing dengan
gulma yang tidak dikendalikan, dapat dengan mudah mengalahkan kecambah wortel.
Akar tunggang, awalnya panjang, ramping, tumbuh vertikal, mulai memanjang
dengan cepat dan mencapai panjang potensialnya dalam 12-24 hari setelah
berkecambah ( Rubatzky, Vincent E dan Mas Yamaguchi, 1998 : 163 dan 168).
4. Teknik
Pemiliharaan Tanaman.
Penjarangan
dan Penyulaman : Penjarangan tanaman wortel dilakukan pada saat tanaman berumur
1 bulan setelah tanam. Tujuan penjarangan adalah untuk memperoleh tanaman
wortel cepat tumbuh dan subur, sehingga hasil produksinya dapat tinggi
Penyiangan :
Rumput-rumput liar (gulma) yang tumbuh disekitar kebun merupakan pesaing
tanaman wortel dalam kebutuhan air, sinar matahari, unsur hara dan lain-lain,
sehingga harus disiangi. Waktu penyiangan biasanya saat tanaman wortel berumur
1 bulan, bersamaan dengan penjarangan tanaman dan pemupukan susulan. Cara
menyiangi yang baik adalah membersihkan rumput liar dengan alat bantu
kored/cangkul. Rumput liar yang tumbuh dalam parit dibersihkan agar tidak
menjadi sarang hama dan penyakit. Tanah di sekitar barisan tanaman wortel
digemburkan, kemudian ditimbunkan ke bagian pangkal batang wortel agar kelak
umbinya tertutup oleh tanah.
Pembubunan :
Pendangiran dilakukan pada saat umur tanaman 1 bulan, yaitu pada saat tanaman
akan membentuk umbi, terutama sehabis hujan. Saat pendangiran ini dilakukan
juga pembubunan.
Pemupukan :
Jenis pupuk yang digunakan untuk pemupukan susulan adalah urea atau ZA. Dosis
pupuk yang adalah urea 100 kg/ha atau ZA 200 kg/ha. Waktu pemberian pupuk
susulan dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyiangan, yakni pada saat tanaman
wortel berumur 1 bulan. Cara pemupukan yang baik adalah dengan menyebarkan
secara merata dalam alur-alur atau garitan-garitan dangkal atau dimasukkan ke
dalam lubang pupuk (tugal) sejauh 5-10 cm dari batang wortel, kemudian segera
ditutup dengan tanah dan disiram atau diairi hingga cukup basah.
Pengairan
dan Penyiraman : Pada fase awal pertumbuhannya, tanaman wortel memerlukan air
yang memadai, sehingga perlu disiram (diairi) secara kontinue 1-2 kali sehari,
terutama pada musim kemarau. Bila tanaman wortel sudah tumbuh besar, maka
pengairan dapat dikurangi. Hal penting yang harus diperhatikan adalah agar
tanah tidak kekeringan.
Waktu
Penyemprotan Pestisida : Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan
menggunakan insektisida Furadan 3 G atau Indofuran 3 G pada saat tanam atau
disemprot Hostathion 40 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.
Teknik
Pemanenan Wortel.
1. Ciri dan
Umur Panen
Ciri-ciri
tanaman wortel sudah saatnya dipanen adalah sebagai berikut:Tanaman wortel yang
telah berumur ± 3 bulan sejak sebar benih atau tergantung varietasnya. Varietas
Ideal dipanen pada umur 100-120 hari setelah tanam (hst). Varietas Caroline 95
hst., Varietas All Season Cross 120 hst., Varietas Royal Cross 110 hst.,
Kultivar lokal Lembang 100-110 hst. Ukuran umbi telah maksimal dan tidak
terlalu tua. Panen yang terlalu tua (terlambat) dapat menyebabkan umbi menjadi
keras dan berkatu, sehingga kualitasnya rendah atau tidak laku dipasarkan.
Demikian pula panen terlalu awal hanya akan menghasilkan umbi berukuran
kecil-kecil, sehingga produksinya menurun (rendah). Khusus bila dipanen umur
muda atau “Baby Carrot” dapat dilakukan dengan kriteria sebagai berikut: umur
panen sekitar 50-60 hari setelah tanam. ukuran umbi sebesar ibu jari tangan,
panjangnya antara 6-10 cm dan diameternya sekitar 1-2 cm.
2. Cara
Panen
Cara
pemanenan dilakukan dengan jalan mencabut umbi beserta akarnya. Untuk
memudahkan pencabutan sebaiknya tanah digemburkan dahulu. Pemanenan sebaiknya
dilakukan pagi hari agar dapat segera dipasarkan. Tanaman yang baik dan
dipelihara secara intensif dapat menghasilkan umbi antara 20-30 ton/hektar
(Hanum, Chairani, 2008 : 280).
Tindakan
Pasca Panen.
1.
Pengumpulan
Kumpulkan
seluruh rumpun (tanaman) wortel yang usai dipanen pada suatu tempat yang
strategis, misalnya di pinggir kebun yang teduh, atau di gudang penyimpanan
hasil.
2.
Penyortiran dan Penggolongan
Pilih umbi
yang baik sambil memisahkan umbi yang rusak, cacat, atau busuk secara
tersendiri. Klasifikasikan umbi wortel yang baik berdasarkan ukuran dan
bentuknya yang seragam.
3.
Penyimpanan
Simpan hasil
panen wortel dalam wadah atau ruangan yang suhunya dingin dan berventilasi
baik.
4.
Pengemasan dan Pengangkutan
Ikat umbi
wortel menjadi ikatan-ikatan tertentu sehingga praktis dalam pengangkutan dan
penyimpanannya. Potong sebagian tangkai daun untuk disisakan sekitar 15-20 cm.
Angkut hasil wortel ke pasar dengan menggunakan alat angkut yang tersedia di
daerah setempat. Khusus untuk sasaran pasar Swalayan, Gelael, Hero, dan
lain-lain di kota-kota besar, umbi wortel biasanya dikemas dalam kantong
plastik atau kontainer polietilin bening.
5. Strategi
Pemasaran Wortel
Penetapan
harga dan persaingan secara umum meliputi
tiga pertimbangan sebagai berikut :
1. Cost-Based Pricing (Penetapan harga
berdasarkan biaya).
a) Cost-Plus-Pricing (Penetapan
harga biaya plus)
b) Break
Event Analysis and
Target Profit Pricing
(Analisis peluang pokok dan
penetapan harga laba
sasaran).
2. Value-Based
Pricing (Penetapan harga
berdasarkan nilai), metode ini menggunakan satu persepsi nilai
dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.
3. Competition-Based Pricing
(Penetapan harga berdasarkan persaingan):
a) Going-rate
Pricing (Penetapan harga
berdasarkan harga yang berlaku)
b) Scaled-Bid
Pricing (Penetapan harga
penawaran tertutup)
Penilaian
posisi strategi wortel merupakan alat yang sangat penting untuk manajemen dalam
pengembangan strategi yang akan menghasilkan nilai bagi produsen wortel. Ada
dua penilaian yaitu produsen menyediakan informasi tentang data-data mengenai
konsumen, competitor, efesiensi dan menghasilkan keutungan dalam mengembangkan
bisnis jagung manis. Penilaian kedua, nilai Positioning diperlukan untuk memperkuat penerimaan produk
pada target pasar yang dipilih.
DAFTAR PUSTAKA