My Attitude Based On How You To Treat Me

Minggu, 01 Mei 2016

Tugas 6

Industri
adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa. Industri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejateraan penduduk.

Klasifikasi Industri Berdasarkan Subjek Pengelola, dapat dibedakan menjadi:
a. Industri rakyat, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat.
misalnya: industri meubeler, industri makanan ringan, dan industri kerajinan.

b. Industri negara, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik Negara yang dikenal dengan istilah BUMN.
misalnya: industri kertas, industri pupuk, industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan, dan industri transportasi.

Klasifikasi Industri Berdasarkan Proses Produksi, dapat dibedakan menjadi:
a. Industri hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi.
Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain.
Misalnya: industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.

b. Industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen.
Misalnya: industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler.

Menurut saya, cara untuk meningkatkan daya saing industri terletak pada penguasaan teknologi yang tepat dan efisiensi produktivitas serta nilai tambah yang besar. Agar hal tersebut dapat terwujud, tentunya dengan meningkatkan produktivitas Sumber Daya Manusia yang kompeten serta pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam yang harus dilakukan secara efektif dan efisien. Selain itu juga harus ada usaha yang lebih ulet serta lebih giat lagi dari pengusaha industri agar usaha dari industri berjalan dengan baik dan mampu bersaing dalam sektor industri, sehingga tidak ada gejolak dari daya saing.


Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Klasifikasi_Industri

Tugas 5

Neraca Pembayaran Internasional (Balance of Payment)

merupakan catatan yang tersusun secara sistematis mengenai seluruh transaksi ekonomi internasional yang dilakukan penduduk suatu negara itu dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu, biasanya 1 tahun. Pengertian penduduk di dalam suatu neraca pembayaran internasional meliputi orang perorangan, badan hukum, dan pemerintah.

Transaksi ekonomi internasional yang dicatat dalam neraca pembayaran internasional dapat digolongkan menjadi dua yaitu:

  • Transaksi debit adalah transaksi yang menimbulkan kewajiban bagi penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran kepada penduduk negara lain. Contoh: Indonesia membeli jasa dari Malaysia, maka transaksi tersebut menimbulkan kewajiban untuk mengadakan pembayaran kepada Malaysia, sehingga transaksi jasa tersebut merupakan transaksi debit yang dicatat dalam neraca pembayaran dengan tanda minus (–). 
  • Transaksi kredit adalah transaksi yang menimbulkan hak bagi penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain. Contoh: Indonesia menjual jasa ke Malaysia, maka transaksi tersebut menimbulkan hak untuk menerima pembayaran dari Malaysia, maka transaksi tersebut merupakan transaksi kredit yang dicatat dalam neraca pembayaran dengan tanda positif (+). 

Fungsi Neraca Pembayaran Internasional antara lain sebagai berikut:

1. Sebagai alat pembukuan agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat, mengenai jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah suatu negara serta untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya.

2. Sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara. Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan.

3. Sebagai alat untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri.

4. Sebagai alat untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu.

5. Sebagai alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara.


Tujuan Neraca Pembayaran Internasional
antara lain sebagai berikut:

1. Memberikan informasi kepada pemerintah mengenai posisi Negara di perdagangan internasional.

2. Memberikan bantuan dan sistem pembayarannya.

3. Memberikan bantuan kepada pemerintah dalam mentapkan kebijakan moneter dan fiskal.

4. Memberikan keterangan kepada pemerintah di dalam menetapkan berbagai kewajiban perekonomian nasional seperti ekspor impor, lalu lintas moneter serta produksi.

5. Membantu pemerintah dalam mengambil keputusan dalam bidang politik perdagangan dan urusan pembayarannya.


Surplus dan Defisit dalam Neraca Pembayaran

Jika suatu negara mengalami surplus, maka negara tersebut bisa dikatakan sehat dalam neraca pembayaran, tapi perlu juga disadari surplus neraca pembayaran yang berkepanjangan akan kurang berarti jika tidak digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Cadangan devisa yang tertumpuk terus menerus karena surplus neraca pembayaran tidak akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika tidak digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Jika suatu negara mengalami defisit, maka negara tersebut bisa dikatakan kurang sehat atau membahayakan dalam neraca pembayaran pada transaksi berjalan, maka untuk menutup defisit tersebut harus ditimbangkan penerimaan pada transaksi modal, misalnya dengan cara mencari pinjaman luar negeri atau menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di dalam negeri dan meningkatkan ekspor barang dan jasa. Maka dengan cara tersebut dapat menyehatkan atau menutup defisit suatu negara.



Sumber :
http://www.zonasiswa.com/2015/01/neraca-pembayaran-pengertian-komponen.html
http://marshaliakifujin.blogspot.co.id/2015/11/neraca-pembayaran-internasional.html

Sabtu, 16 April 2016

Tugas 4 "PENGANGGURAN"

Menurut Payaman J. Simanjutak ( 1985), pengangguran adalah orang yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.

Menurut Sadono Sukirno (2010), pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai penganggur. Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dari presentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja dan dinyatakan dalam persen. 


                          Tingkat Pengangguran (Sukirno, 2007)


Jadi secara umum Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.



PENGANGGURAN BERDASARKAN PENYEBABNYA menurut Sadono Sukirno (1994)


a. Pangangguran Normal atau Friksional

Apabila dalam suatu ekonomi terdapat pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja maka ekonomi itu sudah dipandang sebagai mencapai kesempatan kerja penuh. Pengangguran sebanyak dua atau tiga persen tersebut dinamakan pengangguran normal atau pengangguran friksional. Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi karena sedang mencari kerja lain yang lebih baik.

Contoh: Andi berkerja sebagai buruh tani di tempat tinggalnya, lalu ia mendapatkan ajakan menarik dari temannya untuk melamar di perusahaan industri karena alasan penghasilan yang lebih tinggi, perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri tersebut untuk sementara tergolong sebagai pengangguran.


b. Pengangguran Siklikal

Perekonomian tidak selalu berkembang dengan teguh. Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi, dan ini mendorong pengusaha menaikkan produksi. Lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat menurun dengan banyaknya. Misalnya, di negara-negara produsen bahan mentah pertanian, penurunan ini mungkin disebabkan kemerosotan harga-harga komoditas. Kemunduran ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang berhubungan, yang juga akan mengalami kemerosotan dalam permintaan terhadap produksinya. Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaanya, sehingga pengangguran akan bertambah.

Contoh: PT. Unican ketika sedang maju butuh tenaga kerja baru untuk perluasan usaha. Sebaliknya ketika usahanya merugi terus maka akan terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau pemecatan.


c. Pengangguran Struktural

Dinamakan demikian karena disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi. Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju, sebagiannya akan mengalami kemunduran. Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor berikut: wujudnya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi mengurangi permintaan ke atas barang tersebut, biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing, dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara-negara lain. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun, dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur.

Contoh: Suatu daerah yang tadinya agraris (pertanian) menjadi daerah industri, maka tenaga bidang pertanian akan menganggur.


d. Pengangguran Teknologi

Pengangguran ditimbulkan oleh adanya penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya dinamakan pengangguran teknologi.

Contoh: Sebelum ada penggilingan padi, orang yang berprofesi sebagai penumbuk padi bekerja, setelah ada mesin penggilingan padi maka mereka tidak bekerja lagi.



PENGANGGURAN BERDASARKAN CIRINYA menurut Sadono Sukirno (1994)


a. Pengangguran Terbuka

Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Tenaga kerja yang betul-betul tidak mempunyai pekerjaan. Pengangguran ini terjadi karena belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal dan ada juga karena malas mencari pekerjaan atau malas bekerja.

Contoh: Lina lulusan S1 komunikasi, belum memperoleh pekerjaan karena lapangan pekerjaan yang belum tersedia sesuai dengan kualifikasinya.


b. Pengangguran Tersembunyi

Pengangguran ini terutama wujud di sektor pertanian atau jasa. Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung pada banyak faktor, faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar kecilnya perusahaan, jenis kegiatan perusahaan, mesin yang digunakan (apakah intensif buruh atau intensif modal) dan tingkat produksi yang dicapai. Di banyak negara berkembang seringkali didapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien.

Contoh: Pelayan restoran yang lebih banyak dari yang diperlukan dan keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar yang mengerjakan luas tanah yang sangat kecil.


c. Pengangguran Bermusim

Pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Biasanya pengangguran seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun kesibukannya. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian. Pada periode tersebut banyak di antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur.

Contoh: Pada musim panen, para petani bekerja dengan giat, sementara sebelumnya banyak menganggur. Begitu juga dengan nelayan yang giat bekerja saat musim panen ikan berlangsung.


d. Setengah Menganggur

Keadaan dimana seseorang bekerja dibawah jam kerja normal. Menurut BPS, di Indonesia jam kerja normal adalah 35 jam seminggu, jadi pekerja yang bekerja di bawah 35 jam seminggu masuk dalam golongan setengah menganggur. Disamping itu ada pula yang tidak menganggur, tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu, dan jam kerja mereka lebih rendah dari jam kerja normal. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu, atau satu hingga empat jam sehari.

Contoh: Seorang buruh konstruksi/bangunan yang telah menyelesaikan pekerjaan di suatu proyek, untuk sementara menganggur sambil menunggu proyek berikutnya.




Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran

http://abstraksiekonomi.blogspot.co.id/2013/11/devinisi-dan-jenis-jenis-pengangguran.html

Sabtu, 09 April 2016

Dari Gak Tau Jadi Tau! Easy Step To Change Cursor Mouse on Blog, PC/Laptop


Cara Mudah Merubah Tampilan Cursor Mouse pada Blog






Seringkali mengunjungi blog-blog tetangga dan ngeliat kursor nya tuh unik-unik dan ada yang cute, i feel really curious. Maybe you all feel the same, right?
Jadilah aku search how to change cursor mouse on blog. Sebelum aku kasih tau cara merubahnya yuk baca dulu pengertiannya :)

Mouse pointer atau penunjuk mouse adalah tanda yang menyatakan posisi mouse pada layar. Umumnya berbentuk tanda panah akan tetapi bisa diubah sesuai keinginan. Untuk itu pada postingan kali ini aku akan membagikan cara mudah merubah pointer atau cursor mouse pada Blog kamu. Cursor mouse merupakan salah satu bagian penting pada Blog, karena merupakan bagian yang paling sering mendapat perhatian dari pengunjung. Dengan merubah kursornya dengan tampilan yang lebih unik tentunya Blog kamu akan terlihat lebih menarik.


Langkah-langkah:
  • Kunjungi situs www.cursors-4u.com
  • Disana kamu akan diperlihatkan banyak contoh dari kursornya. 
  • Kamu dapat memilih berdasarkan kategori yang ada. 


  • Pilih salah satu gambar yang ingin kamu gunakan pada Blog kamu. 

 

  • Setelah menentukan kursor mana yang akan kamu gunakan, klik gambar tersebut untuk mendapatkan kode dari kursornya. 
  • Sekarang copy kode yang diberikan untuk kursor yang telah kamu pilih. (Option #1 - Universal CSS/HTML Code) 






  • Untuk memasangnya di Blog kamu, Pilih Tata Letak >> Tambahkan Gadget >> HTML/Javascript >> Edit HTML 
  • Isi konten dengan kode yang sebelumnya telah kamu copy. 
  • Jika sudah klik "Simpan". 





Cara Mudah Merubah Tampilan Cursor Mouse pada Laptop/PC






Sama seperti step pada mengganti kursor pada blog, tapi disini kamu diharuskan mendownload. Berikut step nya:
  • Kamu download kursornya Disini
  • Melalui Start, masuk ke CONTROL PANEL 
  • Ubah View by: Small Icon 
  • Pilih mouse 





  • Klik tab Pointers, maka akan muncul tampilan seperti ini : 




  • Setelah itu kamu klik browse, dan akan muncul tampilan ini : 




  • Lalu kamu cari folder dimana kamu letakkan icon cursor yang sudah kamu download and this is it (farah queen accent)..

CONGRATULATION!! cursor mouse on your blog and desktop look different and more interested.





Sumber:
http://ihsanulhafiz.blogspot.co.id/2013/06/cara-mengganti-tampilan-kursor-di.html

PERTUMBUHAN EKONOMI (ECONOMIC GROWTH)


PERTUMBUHAN EKONOMI
adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu Negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan, misalnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP), tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, sebagai berikut:
1. Faktor SDM (Sumber Daya Manusia)
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. SDM merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan dengan membangun infrastruktur di daerah-daerah.

2. Faktor SDA (Sumber Daya Alam)
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Contoh sumber daya alam yang dimaksud adalah kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3. Faktor IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4. Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

5. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.


PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KEMAKMURAN SUATU NEGARA
Suatu Negara dapat dikatakan Negara yang makmur jika pertumbuhan ekonominya sangat tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan membuat kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya juga tinggi, dimana pendapatan setiap masyarakatnya cukup bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pendapatan per kapita merupakan indikator terpenting dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat suatu Negara, hal tersebut merupakan indikator dari kemakmuran suatu Negara. Jika pendapatan per kapita masyarakat suatu Negara tinggi, maka dapat dikatakan Negara tersebut negara yang makmur. Namun pendapatan per kapita yang tinggi tidak dapat dijadikan indikator kemakmuran suatu Negara bila terjadinya perang saudara di dalam negara tersebut, karena dengan adanya peperangan banyak menimbulkan kematian, penderitaan, dan rasa tidak aman.
Kemiskinan juga merupakan salah satu faktor yang harus dilihat. Jika banyaknya jumlah orang miskin di bandingkan dengan orang kaya , maka dapat di pastikan Negara tersebut belum makmur. Oleh karena itu perlu diadakannya pemerataan di dalam suatu Negara.
Selain itu yang perlu dilihat adalah angka pengangguran , angka pengangguran yang tinggi memperlihat kan sedikitnya kualitas SDM suatu Negara untuk membangun perekonomian suatu Negara dan begitu pula sebaliknya. Ada beberapa jenis pengangguran berdasarkan usia kerja yaitu pengangguran diluar usia kerja dan pengangguran usia kerja. Pengangguran juga menyebabkan beban kepada tenaga kerja produktif semakin berat, disamping itu secara sosial tingkat pengangguran yang tinggi mempengaruhi angka kriminalitas di dalam Negara tersebut.
Negara yang makmur adalah Negara yang dapat menyisakan pengangguran hanya untuk mereka yang memang terpaksa atau belum dapat bekerja. Selain pendapatan nasional, kemiskinan dan pengangguran, ada faktor-faktor lain yang mengukur kemakmuran dan kesejahteraan suatu Negara yakni jumlah penduduk, kualitas pendidikan, pemukiman , kesehatan dan keamanan.


PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA YANG TINGGI MENYEBABKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MENINGKAT
Menurut Segel dan Bruzy (1998:8), “Kesejahteraan sosial adalah kondisi sejahtera dari suatu masyarakat. Kesejahteraan sosial meliputi kesehatan, keadaan ekonomi, kebahagiaan, dan kualitas hidup rakyat”. Sedangkan Wilensky dan Lebeaux (1965: 138) merumuskan kesejahteraan sosial sebagai sistem yang terorganisasi dari pelayanan-pelayanan dan lembaga-lembaga sosial, yang dirancang untuk membantu individu-individu dan kelompok-kelompok agar mencapai tingkat hidup dan kesehatan yang memuaskan. Maksudnya agar tercipta hubungan-hubungan personal dan sosial yang memberi kesempatan kepada individu-individu mengembangkan kemampuan-kemampuan mereka seluas-luasnya dan meningkatkan kesejahteraan mereka sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Hubungan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat yaitu apabila pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan baik maka tingkat pendapatan masyarakat juga akan meningkat, selain itu dari peningkatan pendapatan yang terjadi masyarakat akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya lebih baik. Hal ini menunjukan bahwa kesejahteraan dalam bentuk pendapatan masyarakat mulai meningkat, apabila pendapatan masyarakat meningkat dan pengangguran berkurang otomatis tindak kriminal akan berkurang dan semakin membaik, aksi demonstrasi akibat ke tidak puasan akan kebijakan yang ada pun akan menurun apabila mereka menikmati hasil yang mereka kerjakan bisa sebanding dengan penghasilan yang mereka terima.



Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi
http://endahnisakartika.blogspot.co.id/2015/05/pertumbuhan-ekonomi.html
http://wandaanindita.blogspot.co.id/2012/11/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Rabu, 16 Maret 2016

TUGAS 2

                Menurut saya sangat penting untuk mempelajari perekonomian Indonesia, dengan sistem perekonomian yang diterapkan oleh negara Indonesia adalah Sistem perekonomian Pancasila. Artinya sistem perekonomian yang dijalankan di Indonesia harus berpedoman pada Pancasila. Sehingga secara normatif Pancasila dan UUD 1945 adalah landasaan idiil sistem perekonomian di Indonesia. Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara  lain ideologi  bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi. Dengan mempelajari perekonomian di Indonesia kita dapat mengatur prinsip kebutuhan pokok sosial menjadi ke arah yang lebih baik, mengatur prinsip kebutuhan pokok sosial menjadi lebih teratur, melatih seseorang agar dapat mandiri dalam berwirausaha dan mengelola kebutuhanya, serta menguntungkan dalam ruang lingkup keluarga dengan tujuan agar dapat dengan cermat mengatur skala prioritas kebutuhan dari keperluan yang terpenting/ mendesak terlebih dahulu. Dan sebagai generasi muda sangat perlu untuk mempelajari serta memahami perekonomian Indonesia tentang situasi perekonomiannya sampai kerja sama secara internasional untuk menciptakan NKRI menjadi lebih baik bahkan mengharapkan bisa menjadikan Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju dengan dimulai dari pemerataan ekonomi rakyat Indonesia itu sendiri.

            Suatu negara dikatakan sebagai Negara Maju jika negara tersebut rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang merata, memiliki pendapatan perkapita yang tinggi sehingga dapat dikatakan makmur, jumlah penduduk yang miskin sedikit, tingkat pengangguran yang rendah, di negara maju umumnya angka kematian pada bayi rendah, dan angka melek huruf (buta huruf) rendah. Sifat kemandirian masayarakat tinggi, pendapatan rata-rata penduduk tinggi, intensitas mobilitas tinggi, angka harapan hidup tinggi, pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi, serta tidak tergantung pada alam. Negara yang digolongkan sebagai negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika (Utara) Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat dan lain-lain. Pada kawasan Asia terdapat negara maju seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan Selandia Baru.
            Suatu negara dikatakan Negara Berkembang apabila rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan, pendapatan perkapita relatif rendah , jumlah penduduk yang miskin tidak sedikit, memiliki tingkat pengangguran tinggi, berbanding terbalik dengan negara maju angka kematian pada bayi tidak sedikit dan masih ada rakyat yang buta huruf (angka melek huruf sedang), pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga, aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional, pendidikan penduduknya rata-rata rendah, sifat penduduk kurang mandiri, sangat tergantung pada alam, tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, angka harapan hidup rendah, intensitas rendah.  Negara yang digolongkan negara berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan (Latin).
            Sedangkan suatu negara dikatakan Negara Miskin apabila negara yang dicekam kemiskinan seperti tercermin di dalam pendapatan per kapita yang rendah. Pendapatan per kapita yang rendah ini lebih jauh tercermin pula dalam standar kehidupan rakyatnya yang rendah. Di negara seperti ini makanan adalah jenis konsumsi utama dan sekitar 75 persen dari pendapatan dibelanjakan untuk makanan, dibandingkan dengan hanya 20 persen di negara maju. Akibatnya, rata-rata kalori yang dimakan di negara terbelakang adalah 2000, dibandingkan 3000 lebih pada negara maju. Lebih dari 1200 juta penduduk tidak mempunyai air minum bersih dan lebih dari 1400 juta tidak mempunyai tempat pembuangan sampah yang memenuhi kesehatan. Dan pelayanan seperti pendidikan dan kesehatan sangat minim. Pertanian sebagai mata pencaharian pokok kebanyakan tidak bersifat produktif. Sumber alam yang kurang terolah. Berpotensi pertumbuhan penduduk tinggi serta dibarengi oleh tingkat kematian yang cenderung menurun. Pengangguran dikota membengkak seiring dengan urbanisasi dan meningkatnya pendidikan. Efisiensi tenaga kerja yang rendah. Ketiadaan inisiatif dan usaha. Kelangkaan alat modal seperti tabungan dan investasi yang rendah. Keterbelakangan teknologi, disebabkan oleh adanya dualisme teknologi yaitu penggunaan berbagai fungsi produksi sekaligus dalam sektor ekonomi yang maju dan sektor ekonomi yang tradisional. 5 teratas negara yang digolongkan negara miskin adalah Republik Kongo, Zimbabwe, Burundi, Liberia dan Eritria.

Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth)
suatu ukuran kuantitatif pendapatan nasional yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
            Pemerataan Pembangunan (Equitable Development)
pemerataan wilayah ekonomi yang didasarkan kepada sinkronisasi dan sinergitas akan kepentingan ekonomi untuk kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik, tidak saja di wilayah perkotaan tetapi didaerah pinggiran perkotaan, daerah-daerah yang menjadi penyangga perkotaan itu sendiri, tidak akan ada kata kampung, semua diharapkan sama ikut menikmati pembangunan ekonomi itu sendiri.
            Pembangunan ( Development)
Proses perubahan yang mencakup seluruh sistem sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya dengan suatu upaya koordinasi untuk menciptakan alternatif yang lebih banyak secara sah kepada setiap warga negara untuk memenuhi dan mencapai aspirasinya yang paling manusiawi

Sumber:
http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-ciri-ciri-negara-miskin.html
http://www.definienda.com/2015/07/pembangunan-adalah.html 

Jumat, 08 Januari 2016

TUGAS PENGANTAR BISNIS
AGROBISNIS
(BUDIDAYA – PEMASARAN WORTEL)







NAMA DOSEN      : DEASY DWI HANDAYANI
NAMA                   : VIVA WIDYA DWI CASTRENA
NPM                      : 27215061
KELAS                    : 1EB07



UNIVERSITAS GUNADARMA
2016

Pendahuluan
Wortel (Daucus carota L) bukan tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari luar negeri ang beriklim sedang. Tanaman wortel berasal dari Timur dekat (Asia Kecil, Iran, Transcaucasia),  Asia Tengah (Punjab, Kasmir< Afghanistan, dan lain-lain). Tanaman ini ditemukan tumbuh liar sekitar 6500 tahun yang lalu (Rukmana, 1995 dalam (Pohan, 2008)).
Dilihat dari bentuknya terdapat tiga jenis wortel. Pertama, jenis imperator. Umbinya bulat dan panjang, ujungnya lancip, terdapat akar serabut pada umbinya. Kedua, jenis chantenay. Umbinya bulat dan panjang bersih dari akar serabut, ujungnya tumpul cenderung membulat. Ketiga, jenis nantes. Sifat dan bentuknya campuran dari kedua jenis di atas.
Budidaya wortel paling cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1000 meter dpl. Meskipun begitu, budidaya wortel masih bisa dilaksanakan pada lahan di atas 500 meter dpl. Tanaman wortel menyukai tanah yang mengandung banyak humus dan gembur dengan tingkat keasaman antara pH 5,5-6,5.
Di Indonesia budidaya wortel pada mulanya hanya terkonsentrasi di Jawa Barat yaitu daerah Lembang dan Cipanas. Namun dalam perkembangannya menyebar luas ke daerah-daerah sentra sayuran di Jawa dan Luar Jawa. Berdasarkan hasil survei pertanian produksi tanaman sayuran di Indonesia (BPS, 1991) luas areal panen wortel nasional mencapai 13.398 hektar yang tersebar di 16 propinsi yaitu; Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Irian Jaya.
Syarat Tumbuh Tanaman Wortel.
Untuk tanaman wortel, tanah dan iklim menjadi bagian yang penting dalam mempengaruhi pertumuhan tanaman. Untuk menghasilkan umbi yang baik, tanaman wortel memerlukan tanah lempung yang berpasir, gembur, tidak tergenang air, dan pH sekitar 6,5. Tanaman wortel ini akan tumbuh dengan baik bila berada di daerah dengan ketinggian lebih dari 1000-1500 m dari permukaan air laut, kebutuhan suhu 15-21oC. Tanaman wortel dapat ditanam pada waktu musim kemarau asal dilakukan penyiraman (Pracaya, 2002 dalam (Manalu, 2007)
Teknik Budidaya Tanaman Wortel.
1. Penyiapan Benih.
Duryatmo, 2006 dalam (Keliat, 2008), mengatakan bahwa Wortel dikembangkan dengan bijinya. Biji ini disemaikan ditanah yang subur dan gembur. Bila tanahnya tidak gembur akan terbentuk umbi yang tidak sempurna.  Zacky (2010), menambahkan cara penyemaian benih yang baik yaitu Biji wortel di taburkan langsung di tempat penanaman, dapat disebarkan merata di bedengan atau dengan dicicir memanjang dalam barisan. Jarak barisan paling tidak 15 cm, kemudian kalau sudah tumbuh dapat dilakukan penjarangan sehingga tanaman wortel itu berjarak 3-5 cm satu sama lain. Kebutuhan benih untuk penanaman setiap are antara 150-200 gram. Para petani sayuran jarang menggunakan lebih dari 10 kg benih untuk tiap hektar. Biji wortel akan mulai berkecambah setelah 8-12 hari.

2. Pengolahan Media Tanam.
Persiapan : Mula-mula tanah dicangkul sedalam 40 cm, dan diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 15 ton setiap hektarnya. Tanah yang telah diolah itu diratakan dan dibuat alur sedalam 1 cm dan jarak antara alur 15-20 cm.Areal yang akan dijadikan kebun wortel, tanahnya diolah cukup dalam dan sempurna, kemudian diberi pupuk kandang 20 ton/ha, baik dicampur maupun menurut larikan sambil meratakan tanah. Idealnya dipersiapkan dalam bentuk bedengan-bedengan selebar 100 cm dan langsung dibuat alur-alur/larikan jarak 20 cm, hingga siap ditanam.
Pembukaan Lahan: (1) Membuka Lahan, Babat pohon-pohon atau semak-semak maupun tanaman lain yang tidak berguna.Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma), batu kerikil dan sisa tanaman lain, dan (2) Mengolah Tanah,Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga strukturnya gembur dengan alat bantu cangkul, bajak/traktor. Biarkan tanah di kering anginkan selama minimal 15 hari, agar keadaan tanah benar-benar matang.
Pembentukan Bedengan: Olah tanah untuk kedua kalinya dengan cangkul hingga struktur tanah bertambah gembur. Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 120-150 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar bedengan 50-60 cm dan panjang tergantung pada keadaan lahan.
Pengapuran : Lakukan pengapuran bila pH tanah asam di bawah 5 dengan cara menaburkan bahan kapur seperti Calcit, Dolomit atau Zeagro 1 secara merata di permukaan tanah. Dosis kapur yang diberikan berkisar antara 0,75-10,24 ton/ha. Campurkan kapur dengan lapisan tanah atas (top soil) sambil dibalikan hingga benar-benar merata. Bila tidak turun hujan, tanah yang telah dikapur sebaiknya disiram (diairi) hingga cukup basah.
Pemupukan : Sebarkan pupuk kandang yang telah matang (jadi) sebanyak 15-20 ton/ha di permukaan bedengan, kemudian campurkan dengan lapisan tanah atas secara merata. Pada tanah yang masih subur (bekas kubis atau kentang), pemberian pupuk dapat ditiadakan. Ratakan permukaan bedengan hingga tampak datar dan rapi.

3. Teknik Penanaman.
Penentuan Pola Tanaman: Tanah kebun dicangkul sedalam 30-40 cm dan digemburkan. Setelah itu di buat bedengan tanaman selebar kurang lebih 100 cm dan dibuat guritan dengan jarak kurang lebih 20 cm.
Pembuatan Lubang Tanam :Tanah diolah sedalam 30-40 cm hingga strukturnya gembur dengan menggunakan traktor/bajak dan alat cangkul.
Cara Penanaman :Tata cara penanaman (penaburan) benih wortel melalui tahap-tahap sebagai berikut: Sebarkan (taburkan) benih wortel secara merata dalam alur-alur/garitan-garitan yang tersedia.Tutup benih wortel dengan tanah tipis sedalam 0,5-1 cm.Buat alur-alur dangkal sejauh 5 cm dari tempat benih arah barisan (memanjang) untuk meletakkan pupuk dasar. Jenis pupuk yang diberikan adalah campuran TSP ± 400 kg (± 200 kg P2 O5/ha) dengan KCl 150 kg (± 75 kg K2O/ha).Sebarkan pupuk tersebut secara merata, kemudian tutup dengan tanah tipis.Tutup tiap garitan (alur) dengan dedaunan kering atau pelepah daun pisang selama 7-10 hari untuk mencegah hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran) air sekaligus berfungsi menjaga kestabilan kelembaban tanah. Setelah benih wortel tumbuh di permukaan tanah, penutup tadi segera di buka kembali.
Pola Pertumbuhan Tanaman : Pertumbuhan awal tanaman wortel berlangsung lambat karena kemunculan kecambah dapat beragam dari 7 sampai lebih dari 20 hari, dan daun sejati pertama tidak berkembang hingga 3-4 minggu setelah tanam. Pertumbuhan yang lambat ini akan menyebabkan tanaman wortel tidak dapat bersaing dengan gulma yang tidak dikendalikan, dapat dengan mudah mengalahkan kecambah wortel. Akar tunggang, awalnya panjang, ramping, tumbuh vertikal, mulai memanjang dengan cepat dan mencapai panjang potensialnya dalam 12-24 hari setelah berkecambah ( Rubatzky, Vincent E dan Mas Yamaguchi, 1998 : 163 dan 168).

4. Teknik Pemiliharaan Tanaman.
Penjarangan dan Penyulaman : Penjarangan tanaman wortel dilakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. Tujuan penjarangan adalah untuk memperoleh tanaman wortel cepat tumbuh dan subur, sehingga hasil produksinya dapat tinggi
Penyiangan : Rumput-rumput liar (gulma) yang tumbuh disekitar kebun merupakan pesaing tanaman wortel dalam kebutuhan air, sinar matahari, unsur hara dan lain-lain, sehingga harus disiangi. Waktu penyiangan biasanya saat tanaman wortel berumur 1 bulan, bersamaan dengan penjarangan tanaman dan pemupukan susulan. Cara menyiangi yang baik adalah membersihkan rumput liar dengan alat bantu kored/cangkul. Rumput liar yang tumbuh dalam parit dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Tanah di sekitar barisan tanaman wortel digemburkan, kemudian ditimbunkan ke bagian pangkal batang wortel agar kelak umbinya tertutup oleh tanah.
Pembubunan : Pendangiran dilakukan pada saat umur tanaman 1 bulan, yaitu pada saat tanaman akan membentuk umbi, terutama sehabis hujan. Saat pendangiran ini dilakukan juga pembubunan.
Pemupukan : Jenis pupuk yang digunakan untuk pemupukan susulan adalah urea atau ZA. Dosis pupuk yang adalah urea 100 kg/ha atau ZA 200 kg/ha. Waktu pemberian pupuk susulan dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyiangan, yakni pada saat tanaman wortel berumur 1 bulan. Cara pemupukan yang baik adalah dengan menyebarkan secara merata dalam alur-alur atau garitan-garitan dangkal atau dimasukkan ke dalam lubang pupuk (tugal) sejauh 5-10 cm dari batang wortel, kemudian segera ditutup dengan tanah dan disiram atau diairi hingga cukup basah.
Pengairan dan Penyiraman : Pada fase awal pertumbuhannya, tanaman wortel memerlukan air yang memadai, sehingga perlu disiram (diairi) secara kontinue 1-2 kali sehari, terutama pada musim kemarau. Bila tanaman wortel sudah tumbuh besar, maka pengairan dapat dikurangi. Hal penting yang harus diperhatikan adalah agar tanah tidak kekeringan.
Waktu Penyemprotan Pestisida : Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida Furadan 3 G atau Indofuran 3 G pada saat tanam atau disemprot Hostathion 40 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

Teknik Pemanenan Wortel.
1. Ciri dan Umur Panen
Ciri-ciri tanaman wortel sudah saatnya dipanen adalah sebagai berikut:Tanaman wortel yang telah berumur ± 3 bulan sejak sebar benih atau tergantung varietasnya. Varietas Ideal dipanen pada umur 100-120 hari setelah tanam (hst). Varietas Caroline 95 hst., Varietas All Season Cross 120 hst., Varietas Royal Cross 110 hst., Kultivar lokal Lembang 100-110 hst. Ukuran umbi telah maksimal dan tidak terlalu tua. Panen yang terlalu tua (terlambat) dapat menyebabkan umbi menjadi keras dan berkatu, sehingga kualitasnya rendah atau tidak laku dipasarkan. Demikian pula panen terlalu awal hanya akan menghasilkan umbi berukuran kecil-kecil, sehingga produksinya menurun (rendah). Khusus bila dipanen umur muda atau “Baby Carrot” dapat dilakukan dengan kriteria sebagai berikut: umur panen sekitar 50-60 hari setelah tanam. ukuran umbi sebesar ibu jari tangan, panjangnya antara 6-10 cm dan diameternya sekitar 1-2 cm.

2. Cara Panen
Cara pemanenan dilakukan dengan jalan mencabut umbi beserta akarnya. Untuk memudahkan pencabutan sebaiknya tanah digemburkan dahulu. Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari agar dapat segera dipasarkan. Tanaman yang baik dan dipelihara secara intensif dapat menghasilkan umbi antara 20-30 ton/hektar (Hanum, Chairani, 2008 : 280).

Tindakan Pasca Panen.
1. Pengumpulan
Kumpulkan seluruh rumpun (tanaman) wortel yang usai dipanen pada suatu tempat yang strategis, misalnya di pinggir kebun yang teduh, atau di gudang penyimpanan hasil.

2. Penyortiran dan Penggolongan
Pilih umbi yang baik sambil memisahkan umbi yang rusak, cacat, atau busuk secara tersendiri. Klasifikasikan umbi wortel yang baik berdasarkan ukuran dan bentuknya yang seragam.

3. Penyimpanan
Simpan hasil panen wortel dalam wadah atau ruangan yang suhunya dingin dan berventilasi baik.

4. Pengemasan dan Pengangkutan
Ikat umbi wortel menjadi ikatan-ikatan tertentu sehingga praktis dalam pengangkutan dan penyimpanannya. Potong sebagian tangkai daun untuk disisakan sekitar 15-20 cm. Angkut hasil wortel ke pasar dengan menggunakan alat angkut yang tersedia di daerah setempat. Khusus untuk sasaran pasar Swalayan, Gelael, Hero, dan lain-lain di kota-kota besar, umbi wortel biasanya dikemas dalam kantong plastik atau kontainer polietilin bening.

5. Strategi Pemasaran Wortel
Penetapan harga dan persaingan secara  umum meliputi tiga pertimbangan sebagai berikut :
1.       Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya).
a)       Cost-Plus-Pricing  (Penetapan  harga  biaya  plus) 
b)      Break  Event  Analysis  and  Target  Profit  Pricing  (Analisis peluang  pokok  dan  penetapan  harga  laba  sasaran). 

2.       Value-Based  Pricing  (Penetapan  harga  berdasarkan  nilai),  metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.

3.       Competition-Based  Pricing  (Penetapan  harga  berdasarkan persaingan):

a)       Going-rate  Pricing  (Penetapan  harga  berdasarkan  harga  yang berlaku)
b)      Scaled-Bid  Pricing  (Penetapan  harga  penawaran  tertutup)

Penilaian posisi strategi wortel merupakan alat yang sangat penting untuk manajemen dalam pengembangan strategi yang akan menghasilkan nilai bagi produsen wortel. Ada dua penilaian yaitu produsen menyediakan informasi tentang data-data mengenai konsumen, competitor, efesiensi dan menghasilkan keutungan dalam mengembangkan bisnis jagung manis. Penilaian kedua, nilai Positioning  diperlukan untuk memperkuat penerimaan produk pada target pasar yang dipilih.





DAFTAR PUSTAKA