Menurut saya
sangat penting untuk mempelajari perekonomian Indonesia, dengan sistem
perekonomian yang diterapkan oleh negara Indonesia adalah Sistem perekonomian
Pancasila. Artinya sistem perekonomian yang dijalankan di Indonesia harus
berpedoman pada Pancasila. Sehingga secara normatif Pancasila dan UUD 1945
adalah landasaan idiil sistem perekonomian di Indonesia. Sistem perekonomian di
setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ideologi
bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi. Dengan
mempelajari perekonomian di Indonesia kita dapat mengatur prinsip kebutuhan
pokok sosial menjadi ke arah yang lebih baik, mengatur prinsip kebutuhan pokok
sosial menjadi lebih teratur, melatih seseorang agar dapat mandiri dalam
berwirausaha dan mengelola kebutuhanya, serta menguntungkan dalam ruang lingkup
keluarga dengan tujuan agar dapat dengan cermat mengatur skala prioritas
kebutuhan dari keperluan yang terpenting/ mendesak terlebih dahulu. Dan sebagai
generasi muda sangat perlu untuk mempelajari serta memahami perekonomian
Indonesia tentang situasi perekonomiannya sampai kerja sama secara
internasional untuk menciptakan NKRI menjadi lebih baik bahkan mengharapkan
bisa menjadikan Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju dengan
dimulai dari pemerataan ekonomi rakyat Indonesia itu sendiri.
Suatu negara dikatakan sebagai Negara Maju jika negara
tersebut rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang merata,
memiliki pendapatan perkapita yang tinggi sehingga dapat dikatakan makmur,
jumlah penduduk yang miskin sedikit, tingkat pengangguran yang rendah, di
negara maju umumnya angka kematian pada bayi rendah, dan angka melek huruf
(buta huruf) rendah. Sifat kemandirian masayarakat tinggi, pendapatan rata-rata
penduduk tinggi, intensitas mobilitas tinggi, angka harapan hidup tinggi, pendidikan
dan keterampilan penduduk cukup tinggi, serta tidak tergantung pada alam. Negara
yang digolongkan sebagai negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan
Eropa Barat serta Amerika (Utara) Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika
Serikat dan lain-lain. Pada kawasan Asia terdapat negara maju seperti Jepang,
Australia, Korea Selatan dan Selandia Baru.
Suatu negara dikatakan Negara Berkembang apabila
rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau
dalam perkembangan, pendapatan perkapita relatif rendah , jumlah penduduk yang
miskin tidak sedikit, memiliki tingkat pengangguran tinggi, berbanding terbalik
dengan negara maju angka kematian pada bayi tidak sedikit dan masih ada rakyat
yang buta huruf (angka melek huruf sedang), pertanian termasuk peternakan dan
perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga, aktivitas
masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional, pendidikan penduduknya
rata-rata rendah, sifat penduduk kurang mandiri, sangat tergantung pada alam, tingkat
pertumbuhan penduduk tinggi, angka harapan hidup rendah, intensitas rendah. Negara yang digolongkan negara berkembang
terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan (Latin).
Sedangkan suatu negara dikatakan Negara
Miskin apabila negara yang
dicekam kemiskinan seperti tercermin di dalam pendapatan per kapita yang
rendah. Pendapatan per kapita yang rendah ini lebih jauh tercermin pula dalam
standar kehidupan rakyatnya yang rendah. Di negara seperti ini makanan adalah
jenis konsumsi utama dan sekitar 75 persen dari pendapatan dibelanjakan untuk
makanan, dibandingkan dengan hanya 20 persen di negara maju. Akibatnya,
rata-rata kalori yang dimakan di negara terbelakang adalah 2000, dibandingkan
3000 lebih pada negara maju. Lebih dari 1200 juta penduduk tidak mempunyai air
minum bersih dan lebih dari 1400 juta tidak mempunyai tempat pembuangan sampah
yang memenuhi kesehatan. Dan pelayanan seperti pendidikan dan kesehatan sangat
minim. Pertanian sebagai mata pencaharian pokok kebanyakan tidak bersifat
produktif. Sumber alam yang kurang terolah. Berpotensi pertumbuhan penduduk
tinggi serta dibarengi oleh tingkat kematian yang cenderung menurun.
Pengangguran dikota membengkak seiring dengan urbanisasi dan meningkatnya
pendidikan. Efisiensi tenaga kerja yang rendah. Ketiadaan inisiatif dan usaha. Kelangkaan
alat modal seperti tabungan dan investasi yang rendah. Keterbelakangan teknologi,
disebabkan oleh adanya dualisme teknologi yaitu penggunaan berbagai fungsi
produksi sekaligus dalam sektor ekonomi yang maju dan sektor ekonomi yang
tradisional. 5 teratas negara yang digolongkan negara miskin adalah Republik
Kongo, Zimbabwe, Burundi, Liberia dan Eritria.
Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth)
suatu
ukuran kuantitatif pendapatan nasional yang menggambarkan perkembangan suatu
perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun
sebelumnya, yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat
bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
Pemerataan Pembangunan (Equitable
Development)
pemerataan
wilayah ekonomi yang didasarkan kepada sinkronisasi dan sinergitas akan
kepentingan ekonomi untuk kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih
baik, tidak saja di wilayah perkotaan tetapi didaerah pinggiran perkotaan, daerah-daerah
yang menjadi penyangga perkotaan itu sendiri, tidak akan ada kata kampung,
semua diharapkan sama ikut menikmati pembangunan ekonomi itu sendiri.
Pembangunan ( Development)
Proses
perubahan yang mencakup seluruh sistem sosial, seperti politik, ekonomi,
infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya
dengan suatu upaya koordinasi untuk menciptakan alternatif yang lebih banyak
secara sah kepada setiap warga negara untuk memenuhi dan mencapai aspirasinya
yang paling manusiawi
Sumber:
http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-ciri-ciri-negara-miskin.html
http://www.definienda.com/2015/07/pembangunan-adalah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar