My Attitude Based On How You To Treat Me

Senin, 03 April 2017

Pencak Silat Merpati Putih

 MAKALAH
ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

“PENCAK SILAT MERPATI PUTIH”




Disusun Oleh:
Viva Widya Dwi Castrena (27215061)

KELAS 2EB06
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata Kuliah: Aspek Hukum dalam Ekonomi
Dosen: Ibu Tri Damayanti


DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL...........................................................................      i
DAFTAR ISI..................................................................................     ii
KATA PENGANTAR.........................................................................     iii
PENDAHULUAN............................................................................      1
BAB I FILOSOFI............................................................................       2
BAB II MOTTO.............................................................................       2
BAB III SEJARAH..........................................................................       2
BAB IV BELA DIRI TANGAN KOSONG..................................................        4
BAB V TUJUAN...........................................................................        4
BAB VI MANFAAT DAN TARGET.......................................................        5
BAB VII SASARAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN......................................         5
BAB VIII TINGKATAN TINGKATAN PPS BETAKO MERPATI PUTIH................          5
BAB IX SIKAP HORMAT PERGURUAN.................................................          6
BAB X ARTI SERAGAM..................................................................          7
BAB XI ARTI LAMBANG PPS BETAKO MERPATI PUTIH............................           8
BAB XII GURU DAN PEWARIS..........................................................          9
BAB XIII PERKEMBANGAN MERPATI PUTIH..........................................          9
BAB XIV PESILAT NASIONAL DAN DUNIA............................................          11
PENUTUP.................................................................................           12
DAFTAR PUSTAKA......................................................................           13



KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam saya sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena
berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam
makalah ini saya membahas “Pencak Silat Merpati Putih”.

Makalah ini dibuat dalam rangka melestarikan serta mengembangkan pencak silat,
khususnya Merpati Putih yang awalnya adalah ilmu bela diri untuk para keraton Yogyakarta
dan kini sudah tersebar luas ajarannya.
Sangat diperlukan dalam suatu harapan menguasai seni bela diri untuk dapat melindungi
diri dari berbagai macam kejahatan disekitar.

Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,

Depok, 26 Maret 2017

Penyusun,

Viva Widya Dwi Castrena

27215061




Pendahuluan


Merpati Putih (MP) merupakan salah satu Perguruan Pencak Silat Bela Diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan merupakan salah satu aset budaya bangsa, mulai terbentuk aliran jenis beladiri ini pada sekitar tahun 1550-an.
Merpati Putih adalah Perguruan Pencak Silat yang ilmiah, tidak ada mantra dan klenik. Semua realitas dan logis. Kemampuan pesilat Merpati Putih mematahkan benda-benda keras seperti kikir, baja, gagang pompa, pipa beton, dsb. didapat dari zat yang disebut Adenose Triposphat (ATP).
Setiap saat kita melakukan suatu kegiatan yang tidak kita sadari yaitu bernapas. Menghirup napas bisa dikatakan sebagai usaha membersihkan paru-paru. Peristiwa pernapasan melibatkan oksigen (zat asam), sehingga terjadilah peristiwa kimiawi yang disebut oksidasi dan menimbulkan panas atau energi.
Dalam teori listrik, kekurangan satu elektron dari satu atom akan menimbulkan gaya listrik. Ketika kita menghirup napas yang kemudian ditahan, akan terjadi pula kekurangan zat asam. Pada saat berlangsung kekurangan ini, timbul suatu zat baru yang sangat aktif untuk membantu mempercepat pengulangan peristiwa kimiawi tadi. Zat ini dikenal sebagai Adenose Triposphat atau disingkat ATP. Tenaga yang ditimbulkan ATP ini adalah 5 kali tenaga yang dihasilkan oleh peristiwa oksidasi itu sendiri.
Untuk mendapatkan ATP diperlukan syarat-syarat, seperti penegangan otot, kemudian digabungkan dengan kemampuan psikis dan biologis. Kalau proses oksidasi terus berulang dengan cepat maka akan timbul getaran. Getaran bisa ditingkatkan frequensinya bila kita mengenal ciri-cirinya.
Teknik getaran inilah yang dimanfaatkan Merpati Putih untuk memecahkan benda-benda keras seperti balok es, batang pompa dragon, beton cor, kikir atau per mobil.
Dengan mengirim getaran lewat tangan, kaki atau kepala akan mempengaruhi susunan molekul pada benda yang akan dipatahkan. Pada saat molekul pada garis yang kita jadikan sasaran itu berada dalam keadaan labil, maka sasaran itu kita hantam. Jadi yang terpenting disini bukan kekuatan tetapi momentum pukulan.
Dengan alat yang disebut osciloscope telah berhasil dideteksi lima macam getaran yang ada pada murid Merpati Putih. Sedangkan menurut Dewan Guru masih ada getaran keenam, tetapi masih dalam taraf pengujian. Apakah getaran keenam ini merupakan "Senjata Pamungkas" dari MP kita tunggu saja kiprah Merpati Putih lebih lanjut.

Pencak silat Merpati Putih perlu dilestarikan serta dikembangkan seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi saat ini. Saat ini MP merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT (International Pencak Silat Federation).


Page | 1

I.             FILOSOFI
Arti dari Merpati Putih itu sendiri adalah suatu singkatan dalam bahasa Jawa, yaitu:
Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang dalam bahasa Indonesia berarti "Mencari sampai mendapatkan tindak Kebenaran dalam Ketenangan" sehingga diharapkan seorang Anggota Merpati Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya.
TRY-PRASETIA adalah janji yang harus diucapkan oleh setiap anggota yang menunjukkan tekad mereka akan sebuah kesepakatan. Keterikatan dan peran serta baik pribadi maupun bersama dengan anggota lain adalah suatu konsensus, yang meliputi :
1.    Taat dan Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.    Mengabdi dan berbakti kepada Nusa, Bangsa dan Negara Indonesia
3.    Setia dan taat kepada perguruan

II.            MOTTO
Selain itu PPS Betako Merpati Putih mempunyai motto: "Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata".

III.          SEJARAH
ari seni beladiri keraton. Termasuk di antaranya adalah Pangeran Diponegoro.

Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
Ø  BPH ADIWIDJOJO (generasi ke-1)
Ø  PH SINGOSARI (generasi ke-2)
Ø  R Ay DJOJOREDJOSO (generasi ke-3)
Ø  GAGAK HANDOKO (generasi ke-4)
Ø  RM REKSO WIDJOJO (generasi ke-5)
Ø  R BONGSO DJOJO (generasi ke-6)
Ø  DJO PREMONO (generasi ke-7)
Ø  RM WONGSO DJOJO (generasi ke-8)
Ø  KROMO MENGGOLO (generasi ke-9)
Ø  SARING HADI POERNOMO (generasi ke-10)
Ø  POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI SANTOSO HADI POERNOMO (generasi ke-11)
Pewaris muda: NEHEMIA BUDI SETIAWAN (putra Mas Budi) dan AMOS PRIONO TRI NUGROHO (putra Mas Poeng)
Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :
1.    Memiliki rasa jujur dan welas asih
2.    Percaya pada diri sendiri
3.    Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
4.    Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan.
Pada tahun 1995, seorang anggota PPS Betako Merpati Putih cabang Jakarta Selatan, Mas Eddie Pasar mendapat piagam penghargaan Rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI) karena mendemonstasikan menyetir mobil terjauh dari Bogor ke Jakarta dengan mata tertutup.
Hingga tahun 1998 PPS Betako Merpati Putih masih hanya untuk Warga Negara Indonesia saja. Namun karena minat dari luar negeri sangat banyak dan antusias, MP mulai membuka diri untuk menerima anggota dari luar negeri.
Page | 3

Adalah Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Pelatih Merpati Putih Pertama di Amerika untuk umum. Pada awal bulan Oktober 2000 Mas Pung dan Mas Budi meresmikan American School of Merpati Putih yang pertama berlokasi di Ogden City Mall, Utah. MP adalah satu-satunya Pencak Silat yang diselidiki secara ilmiah mengenai masalah adanya tenaga dalam.
Ketua Umum Merpati Putih periode 2016-2020 adalah Benyamin Ishak (putra daerah kelahiran Pangkalpinang Babel) yang dilantik oleh Pewaris Ilmu PPS Betako Merpati Putih, Amos Priono Tri Nugroho dan Nehemia Budi Setiawan, disaksikan seluruh dewan guru Merpati Putih se Indonesia, Jumat (1/4/2016) petang.

IV.          BELADIRI TANGAN KOSONG
Latihan Merpati Putih mementingkan aspek beladiri tanpa senjata. Bagian-bagian tubuh manusia dapat digunakan sebagai senjata yang tak kalah ampuhnya dengan senjata sesungguhnya. Tetapi walaupun begitu pada anggota Merpati Putih secara ekstra kurikuler (bukan kurikulum latihan) diperkenalkan senjata, sifat dan karaktaristik senjata, cara menghadapi dan sebagainya.
Karena bagaimana mungkin bisa mengalahkan lawan bersenjata apabila tidak memahami karaktaristik dari senjata seperti bentuk, lintasan, alat penyasar, target sasaran senjata, dan sebagainya. Untuk itulah teknik penggunaan senjata juga dipelajari.
Senjata khas Merpati Putih adalah TEKBI dan KUDI dan akan diajarkan secara wajib pada pesilat secara bertahap pada tingkatan tertentu.

KUDI Merpati Putih berbentuk sangat khas, dan diciptakan oleh Mas Poeng (Guru Besar MP). Memiliki dimensi horizontal dan dimensi vertikal. Sarat dengan nilai-nilai dan falsafah. Mas Poeng (Guru Besar MP) sudah bertransformasi menjadi seorang MPU yang membuat senjata khas.
                                     

A.   Senjata kudi                                    B. Senjata tekbi

V.           TUJUAN
PPS Betako Merpati Putih adalah salah satu warisan ilmu beladiri karya nenek moyang Indonesia asli, dan bertujuan menempa kepribadian anggota-anggotanya agar

Page | 4

berwatak dan berkepribadian luhur, berbudi, kuat, harmonis, dinamis serta patriotis, sesuai filsafat Indonesia, yaitu Pancasila.
Seni beladiri adalah seperti pisau bermata dua, dapat digunakan untuk menolong maupun melukai. Untuk itulah suatu seni beladiri harus memiliki dasar-dasar filosofi yang kuat di dalam pengajarannya, agar tidak salah dan tidak disalahgunakan. Pada akhirnya, apapun yang dicapai oleh praktisi beladiri akan mengarah pada aspek vertikal terhadap Tuhan Sang Maha Pencipta.

VI.          MANFAAT DAN TARGET
1.    Meningkatkan suhu tubuh beserta jaringan-jaringannya.
2.    Menaikkan aliran darah melalui otot-otot aktif.
3.    Meningkatkan detak jantung membantu bekerjanya sistem jantung dan pembuluh darah (cardiovaskular).
4.    Menaikkan tingkat energi yang dikeluarkan oleh metabolisme tubuh.
5.    Meningkatkan pertukaran (pengikatan) oksigen dalam hemoglobin.
6.    Meningkatkan kecepatan perjalanan sinyal saraf yang memerintah gerakan tubuh.
7.    Dapat meningkatkan kebugaran fisik seorang peserta.
8.    Bisa mengoptimalkan Kecerdasan & daya tangkap ( nalar )
9.    Dapat meningkatkan mental dan relaksasi fisik peserta.
10. Meningkatkan dan mempertajam kemampuan intuisi dalam mendeteksi potensi ancaman perilaku maupun benda berbahaya
11. Semua fungsi fisiologis dan psikologis
12. Menaikkan kekuatan otot. dapat dibuktikan dari perbaikaan MBC (kemampuan bernafas Maksimum), VC (Kapasitas Vital) dan FEV (Penghembusan nafas paksa dalam 1 detik), disamping penambahan kekuatan genggam tangan.

VII.        SASARAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN
1.    Kondisi Bugar
2.    Penyembuhan / pengobatan
3.    Peningkatan Stamina
4.    Peningkatan Daya Tahan Fisik

VIII.       TINGKATAN-TINGKATAN PPS BETAKO MERPATI PUTIH
Ø  Tingkat Dasar I
tingkatan pertama masih berstatus calon anggota, walaupun telah berseragam baju Merpati Putih, celana hitam, kerah baju merah dengan label nama diri di dada namun sabuk masih putih polos.
Ø  Tingkat Dasar II
tingkatan kedua dan seterusnya telah memakai seragam anggota tanpa nama diri dengan lambang IPSI dan lambang Merpati Putih di dada serta bersabuk merah polos.
Ø  Tingkat Balik I
sabuk merah (tanpa strip) dengan lambang Merpati Putih di salah satu ujungnya.

Page | 5
Ø  Tingkat Balik II
sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah di salah satu ujungnya.
Ø  Tingkat Kombinasi I
sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip jingga di salah satu ujungnya.
Ø  Tingkat Kombinasi II
sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip kuning di salah satu ujungnya.
Ø  Tingkat Khusus I (Khusus Tangan)
sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip hijau di salah satu ujungnya.
Ø  Tingkat Khusus II (Khusus Kaki)
sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip biru di salah satu ujungnya.
Ø  Tingkat Khusus III (Khusus Badan)
sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip nila di salah satu ujungnya.
Ø  Tingkat Kesegaran
sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip ungu di salah satu ujungnya.
Ø  Tingkat Inti I
sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip putih di salah satu ujungnya.
Ø  Tingkat Inti II
sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah dan putih di salah satu ujungnya.

Pada tiap tahun, yaitu tepatnya setiap Tahun Baru 1 Suro atau 1 Muharam, seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya di Yogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan bersama dari semua Tingkatan. Juga diadakan Napak Tilas di daerah Bukit Manoreh. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu dengan anggota lainnya.
Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada tiap tingkatan dibedakan berdasarkan wilayah. Pada tingkat Dasar I hingga Balik II dilaksanakan di Cabang (Pengcab). Pada UKT Tingkat Kombinasi I menuju Kombinasi II dilaksanakan di Daerah (Pengda). Sedangkan UKT untuk tingkat Kombinasi 2 ke atas dilaksanakan di Pusat (Parangkusumo, Yogyakarta) baik anggota dalam negeri maupun luar negeri.

IX.          SIKAP HORMAT PERGURUAN
"Mengangkat dua jari tangan kiri (telunjuk dan jari tengah) di depan kening. Bersamaan itu pula sambil menarik napas halus disertai tangan kanan mengepal di

Page | 6
depan dada agak ke kiri (di depan jantung) tidak menempel, badan tegak, pandangan
lurus ke depan, muka tegak, kaki terbuka (selebar sikap sempurna)"
Artinya :
1.    Dua jari di depan kening
a.    Anggota Merpati Putih selalu mengutamakan pemikiran terlebih dahulu daripada bertindak
b.    Dua jari juga merupakan lambang perdamaian (kode etik internasional) sehingga anggota Merpati Putih harus selalu mengutamakan, menjunjung tinggi menghormati, serta mencintai perdamaian
c.    Dua jari juga mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada dua hal yang selalu ada baik-buruk, siang-malam, ayah-ibu, pria-wanita, untung-rugi, ada penciptaan-ada ciptaan.

2.    Tangan mengepal
a.    Melambangkan keteguhan hati (waktu menghirup napas) menyatukan dengan alam, dengan kehendak-Nya, berpasrah diri, menyadari sedalam-dalamnyabahwa kita hamba Tuhan.

3.    Bentuk kaki (sikap sempurnya)
a.    Melambangkan sikap mandiri, kukuh, tegak, tegap, tegas dengan sikap memandang lurus ke depan.

X.           ARTI SERAGAM

1.    Baju, terdapat lubang 3 pasang di dekat leher. Warna putih dengan leher warna merah berbentuk segi lima dengan garis - garis jahitan berjumlah 5 buah pada bagian setiap ujung lengan.
Artinya :
Warna putih menunjukkan kesucian, ketulusan hati, kepasrahan, keterbukaan hati serta menjunjung tinggi arti perdamaian.
Leher berbentuk segi lima menggambarkan Pancasila, terdapat juga jumlah jahitan pada leher tersebut. Ini berarti anggota Merpati Putih menjunjung tinggi dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.
Lubang tali kancing mengingatkan kita agar selalu ingat bahwa di dalam hidup ini terdapat:
TUHAN YME (sang pencipta), ALAM (sumber hidup), DUNIA (kehidupan). Selain itu juga menggambarkan jumlah janji anggota Merpati Putih yang sering disebut TRI PRASETYA.

2.    Celana, berwarna hitam menggambarkan ciri khas Pencak Silat indonesia dan
merupakan pakaian khas masyarakat (petani). Warna hitam juga melambangkan keteguhan hati.

3.    Sabuk, berwarna merah dengan jumlah jahitan 5 jalur menggambarkan Pancasila.
Dalam menggunakan seragam yang telah dilengkapi dengan menggunakan sabuk merah berarti telah siap sebagai anggota Merpati Putih yang mengerti makna baik

Page | 7
dan buruk serta bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran perguruan yaitu MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING. Anggota yang sudah bersabuk merah sebenarnya memiliki beban tanggung jawab yang besar. Anggota yang sudah diakui penuh, disumpah melalui janji Anggota. Disitulah perguruan mulai menanamkan sesuatu yang harus dilaksanakan anggota yaitu :
a.    Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.    Kepada negara dan bangsa sebagai perwujudan alam seisinya.
c.    Kepada perguruan sebagai wadah penggaliannya.
Anggota yang masih bersabuk putih merupakan ujian semakin dijiwainya gerak dalam berlatih pencak silat dan olah napas. Maka akan muncul semangat dari anggota bersabuk putih untuk mendapat pengakuan dari Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Merpati Putih.

XI.          Arti Lambang PPS Betako Merpati Putih
1.    Bentuk segi lima, PPS Betako Merpati Putih berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
2.    Garis segi lima berwarna merah, melammbangkan persatuan dan kesatuan seluruh Keluarga Besar PPS Betako Merpati Putih dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
3.    Warna dasar biru, melambangkan sikap dan watak perdamaian sebagai pesilat, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.
4.    Tulisan Betako dan Merpati Putih Bermotif Aksara Jawa, melambangkan sumber ilmu Merpati Putih berasal dari tanah Jawa yang merupakan budaya asli bangsa indonesia.
5.    Gambar tangan berwarna hitam (telapak tangan), melambangkan keteguhan hati bagi setiap anggota Merpati Putih.
6.    Warna kuning melingkari tangan, melambangkan kejayaan dari ilmu Merpati Putih.
7.    Burung merpati dengan kepala tunduk, melambangkan sikap dan watak anggota Merpati Putih, semakin memiliki ilmu semakin mencapai ketenangan lahir dan batin, seperti falsafah padi (semakin berisi semakin merunduk).
8.    Pita berwarna merah bertuliskan Merpati Putih berwarna putih, melambangkan warna bendera Pusaka Merah Putih yang melambangkan keberanian dan kesucian.






Page | 8
XII.        GURU DAN PEWARIS

Sang Guru
Saring Hadi Poernomo (Ayah Mas Poeng dan Mas Budi)

Guru Besar
Hadi Poernomo (Mas Poeng)
Budi Santoso Hadi Poernomo (Mas Budi)

Dewan Guru
Yadi Mintorogo (Mas Yadi)
Soenarjo (Mas Nardjo)
Mulyanto Tambak (Mas Mul)
M. Poerwono (Mas Poer)

Pewaris Muda
Amos Priono Tri Nugroho (putra dari Mas Poeng)
Nehemia Budi Setyawan (putra dari Mas Budi)

XIII.       Perkembangan Merpati Putih
1.    Tahun 1968 mendapat kehormatan melatih anggota seksi I Korem 072 dan Anggota Bataliyon 403/ Diponegoro di Yogyakarta
2.    Tahun 1973 bekerja sama dengan AKABRI udara dan beberapa tenaga ahli dari fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada dipimpin oleh Prof .Dr .Achmad Muhammad, mengadakan penelitian dari segi-segi yang menyangkut metode latihan Betako Merpati Putih. Hasil penelitian ini mendorong pengembangan yang lebih luas wawasan Merpati Putih.
3.    Tahun 1976 mendapat kehormatan melatih para Anggota Pasukan Pengawal Presiden ( PASWAPRES ).
4.    Tahun 1977 Terbentuk Cabang Jakarta dan sekaligus mendapat peluang melatih para anggota Koppasandha di Cijantung.
5.    5 oktober 1978 peragaan hasil latihan oleh Anggota Koppasandha tersebut pada perayaan HUT ABRI.
6.    Tahun 1983 kerja sama dengan pusat jasmani Militer Komando Pengembangan Pendidikan dan latihan TNI AD
7.    Tahun 1984 kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta mengadakan penelitian tentang Manfaat latihan Merpati Putih.
8.    Tahun 1987 kerja sama dengan yayasan jantung sehat dan Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, dipimpin oleh Dr.Dede Kuswara.
9.    Tahun 1987 Tour bersama IPSI ke Eropa dalam misi Budaya Bangsa
10. Tahun 1989 Partisipasi dalam pembukaan SEA GAMES di Jakarta
a.    Tahun 1990 bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
b.    Tahun 1991 pelatihan Tuna Netra
c.    Tahun 1992 Membawa dan memperkenalkan Tuna Netra hasil latihan ke Eropa.
Page | 9
d.    Tahun 1992 Partisipasi latihan untuk Tim PSSI Yunior (Kejuaraan Yunior Asia 1992 ) dan Tim PSSI PRA PIALA DUNIA 1992
e.    Tahun 1994 Tour persahabatan ke Belanda
f.     Tahun 1994 bersama KADIN peragaan di Brunei Darussalam
g.    Tahun 1994 Melatih Tuna Netra Kerajaan Oman
h.    Tahun 1995 kerja sama dengan yayasan Kartika Destarata (Yayasan Tunanetra Persit Kartika Chandra Kirana TNI AD ) melatih Tuna Netra se-Indonesia
i.     Tahun 2009 bekerja sama dengan PEMPROV DKI Jakarta dalam upaya penyelamatan Sungai Ciliwung dari kerusakan
j.     Tahun 2010 Pemantapan dan Penyeragaman Pelatih Se Jabotabek dan sekitarnya.
k.    Tahun 2010 Program Pelatihan Ekskul SD, SMP, SMA
l.     Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk tergabung dalam tim pencari korban bencana alam. Getaran akan digunakan untuk deteksi lokasi korban bencana alam (banjir, kebakaran, tanah longsor, dsb)
m.  Tahun 2011 melakukan pagelaran teater silat berbasis gerakan dan keilmuan Merpati Putih (tata gerak, power, dan getaran tutup mata) di Gedung Kesenian Jakarta dengan tema "PENDEKAR KELANA".

Selanjutnya dari Tahun ke Tahun PPS Betako Merpati Putih berkembang ke seluruh pelosok Tanah Air bahkan Manca Negara. Sampai saat ini telah terbentuk 10 PENGDA dan 85 Cabang di seluruh Indonesia dan 4 Cabang di luar negeri.

Merpati Putih adalah salah satu perguruan silat yang mendapatkan akses pada militer khusus dengan dilatihnya para special force Indonesia seperti Kopassus (TNI-AD), Marinir, Kopaska (TNI-AL), Paskhas (TNI-AU), Brimob (Kepolisian). Pelatihan ini menunjukkan tidak adanya unsur klenik atau magis di dalamnya. Merpati Putih juga aktif berpartisipasi di dalam event-event nasional dan internasional seperti World Martial Arts Festival dan International Martial Arts.
Para Dewan Guru, Guru Besar, Pewaris, dan Senior senantiasa mengembangkan secara aplikatif beragam aspek dari getaran. Beberapa hasil aplikatif dari getaran (vibravision) yang berhasil dikembangkan oleh Merpati Putih:
Ø  Program Normalisasi Diabetes
Ø  Program Pelatihan Tuna Netra (atau siapa saja yang kehilangan daya lihat karena kecelakaan atau disebabkan oleh penyakit seperti Glukoma, Retinitis Pigmentosa dan lain-lain)
Ø  Program Pelatihan Tuna Netra yang buta total akibat kerusakan pada mata yang akut
Ø  Program Kecantikan Kulit

Page | 10
Ø  Program 'Lepas Kacamata' bagi mata yang minus, plus, atau silinder
Ø  Program Penghancuran Batu Ginjal (masih tahap riset)
Ø  Regenerasi sel-sel tubuh (program kebugaran untuk manula dan yang menderita penyakit)
Ø  Deteksi radiasi nuklir (bekerja sama dengan BATAN). Hasilnya, getaran Merpati Putih lebih cepat mendeteksi keberadaan radiasi dibanding alat dari BATAN
Ø  Deteksi narkoba di Mapolda Metro Jaya (Jakarta, bekerja sama dengan Brimob DKI Jakarta). Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba meski disembunyikan pada mobil, kantong, jaket, lemari, sepatu, dan yang lainnya.

XIV.      Pesilat Nasional dan Dunia
Merpati Putih ikut memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan negara dengan beberapa anggota yang menjadi pesilat nasional dan dunia seperti:
1.    Joko Suprihatno (Juara Dunia)
2.    Haris Nugroho (Juara Dunia)
3.    Dian Kristanto (Juara Dunia, Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2010 di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah)
















Page | 11

PENUTUP

Berdasarkan uraian diatas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa pencak silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia.
Perguruan Pencak Silat Bela Diri Tangan Kosong Merpati Putih sudah diajarkan turun temurun hingga saat ini sudah berkembang pesat, bahkan seni bela diri ini sudah ada di Luar Negeri. Merpati Putih Luar Negeri yaitu Merpati Putih USA, Merpati Putih Jepang, dan Merpati Putih Belanda.
PPS BETAKO Merpati Putih memiliki banyak manfaat jika melakukan latihan secara rutin dan bersungguh-sungguh, seperti:
1.    Tingkat kesegaran jasmani dinyatakan baik dan meningkat.
2.    Pemulihan kondisi fisik ke keadaan semula relatif cepat.
3.    Kemampuan ketrampilan perorangan ikut meningkat.
4.    Metode latihan Merpati Putih tidak menimbulkan suatu kelainan yang bersifat merugikan / mengganggu kesehatan.
5.    Hal yang ditonjolkan sebagai suatu ciri khas latihan Merpati Putih, ialah latihan-latihan kerutan otot secara isometrik, yang di harapkan akan menaikkan kekuatan otot.
Oleh karena itu, sangat penting sekali untuk mempelajari seni bela diri, karena selain melestarikan aset budaya bangsa juga memberikan pertahanan diri dari kejahatan serta mendapatkan dampak positif lainnya.













Page | 12

DAFTAR PUSTAKA

Nadasiah, Ria Risti. “Merpati Putih dan Penelitian Ilmiah”.  http://merpatiputih-riiaristinadasiah.blogspot.co.id/p/merpati-putih-dan-penelitian-ilmiah.html
Pps Betako Merpati Putih. 2013. “Manfaat dan Target”. 26 Maret 2017.  http://www.ppsbetakomerpatiputih.com/index.php?p=container&sh=manfaat#
Sihono, Andreas. “Merpati Putih”. 2 April 2016. https://id.wikipedia.org/wiki/Merpati_Putih
Syahputra, Boy. “Sejarah Merpati Putih”. 18 Agustus 2009.  http://silatmerpatiputih.blogspot.co.id/2009/08/sejarah-merpati-putih.html#!/tcmbck
Yanweka. “Perguruan Pencak Silat Merpati Putih”. 21 Agustus 2009. http://www.silatindonesia.com/2009/08/perguruan-pencak-silat-merpati-putih/





Tidak ada komentar:

Posting Komentar