MAKALAH
ASPEK
HUKUM DALAM EKONOMI
“PENCAK
SILAT MERPATI PUTIH”
Disusun
Oleh:
Viva
Widya Dwi Castrena (27215061)
FAKULTAS
EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata
Kuliah: Aspek Hukum dalam Ekonomi
Dosen:
Ibu Tri Damayanti
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL........................................................................... i
DAFTAR
ISI.................................................................................. ii
KATA
PENGANTAR......................................................................... iii
PENDAHULUAN............................................................................ 1
BAB I
FILOSOFI............................................................................ 2
BAB II
MOTTO............................................................................. 2
BAB III
SEJARAH.......................................................................... 2
BAB IV BELA DIRI TANGAN
KOSONG.................................................. 4
BAB V TUJUAN........................................................................... 4
BAB VI MANFAAT DAN
TARGET....................................................... 5
BAB VII SASARAN PENDIDIKAN DAN
LATIHAN...................................... 5
BAB VIII TINGKATAN TINGKATAN
PPS BETAKO MERPATI PUTIH................ 5
BAB IX SIKAP HORMAT
PERGURUAN.................................................
6
BAB X ARTI
SERAGAM.................................................................. 7
BAB XI ARTI LAMBANG PPS BETAKO
MERPATI PUTIH............................ 8
BAB XII GURU DAN
PEWARIS.......................................................... 9
BAB XIII PERKEMBANGAN MERPATI
PUTIH.......................................... 9
BAB XIV PESILAT NASIONAL DAN
DUNIA............................................ 11
PENUTUP................................................................................. 12
DAFTAR
PUSTAKA...................................................................... 13
KATA
PENGANTAR
Rasa
syukur yang dalam saya sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena
berkat
kemurahan-Nya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam
makalah
ini saya membahas “Pencak Silat Merpati Putih”.
Makalah ini dibuat dalam rangka
melestarikan serta mengembangkan pencak
silat,
khususnya Merpati Putih yang
awalnya adalah ilmu bela diri untuk para keraton Yogyakarta
dan kini sudah tersebar luas
ajarannya.
Sangat diperlukan dalam suatu
harapan menguasai seni bela diri untuk dapat melindungi
diri dari berbagai macam
kejahatan disekitar.
Demikian
makalah ini saya buat semoga bermanfaat,
Depok,
26 Maret 2017
Penyusun,
Viva
Widya Dwi Castrena
27215061
Pendahuluan
Merpati Putih (MP) merupakan
salah satu Perguruan Pencak Silat Bela Diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan
merupakan salah satu aset budaya bangsa, mulai terbentuk aliran jenis beladiri
ini pada sekitar tahun 1550-an.
Merpati Putih adalah Perguruan
Pencak Silat yang ilmiah, tidak ada mantra dan klenik. Semua realitas dan
logis. Kemampuan pesilat Merpati Putih mematahkan benda-benda keras seperti
kikir, baja, gagang pompa, pipa beton, dsb. didapat dari zat yang disebut
Adenose Triposphat (ATP).
Setiap saat kita melakukan
suatu kegiatan yang tidak kita sadari yaitu bernapas. Menghirup napas bisa
dikatakan sebagai usaha membersihkan paru-paru. Peristiwa pernapasan melibatkan
oksigen (zat asam), sehingga terjadilah peristiwa kimiawi yang disebut oksidasi
dan menimbulkan panas atau energi.
Dalam teori listrik, kekurangan
satu elektron dari satu atom akan menimbulkan gaya listrik. Ketika kita
menghirup napas yang kemudian ditahan, akan terjadi pula kekurangan zat asam.
Pada saat berlangsung kekurangan ini, timbul suatu zat baru yang sangat aktif
untuk membantu mempercepat pengulangan peristiwa kimiawi tadi. Zat ini dikenal
sebagai Adenose Triposphat atau disingkat ATP. Tenaga yang ditimbulkan ATP ini
adalah 5 kali tenaga yang dihasilkan oleh peristiwa oksidasi itu sendiri.
Untuk mendapatkan ATP diperlukan
syarat-syarat, seperti penegangan otot, kemudian digabungkan dengan kemampuan
psikis dan biologis. Kalau proses oksidasi terus berulang dengan cepat maka
akan timbul getaran. Getaran bisa ditingkatkan frequensinya bila kita mengenal
ciri-cirinya.
Teknik getaran inilah yang
dimanfaatkan Merpati Putih untuk memecahkan benda-benda keras seperti balok es,
batang pompa dragon, beton cor, kikir atau per mobil.
Dengan mengirim getaran lewat
tangan, kaki atau kepala akan mempengaruhi susunan molekul pada benda yang akan
dipatahkan. Pada saat molekul pada garis yang kita jadikan sasaran itu berada
dalam keadaan labil, maka sasaran itu kita hantam. Jadi yang terpenting disini
bukan kekuatan tetapi momentum pukulan.
Dengan alat yang disebut
osciloscope telah berhasil dideteksi lima macam getaran yang ada pada murid
Merpati Putih. Sedangkan menurut Dewan Guru masih ada getaran keenam, tetapi
masih dalam taraf pengujian. Apakah getaran keenam ini merupakan "Senjata
Pamungkas" dari MP kita tunggu saja kiprah Merpati Putih lebih lanjut.
Pencak
silat Merpati Putih perlu dilestarikan serta dikembangkan seiring dengan
perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi saat ini. Saat ini
MP merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan
Martial Arts Federation For World Peace
(MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT (International Pencak Silat
Federation).
Page | 1
I.
FILOSOFI
Arti
dari Merpati Putih itu sendiri adalah suatu singkatan dalam bahasa Jawa, yaitu:
Mersudi Patitising Tindak
Pusakane Titising Hening
yang dalam bahasa Indonesia berarti "Mencari sampai mendapatkan tindak
Kebenaran dalam Ketenangan" sehingga diharapkan seorang Anggota Merpati
Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya.
TRY-PRASETIA
adalah janji yang harus diucapkan oleh setiap anggota yang menunjukkan tekad
mereka akan sebuah kesepakatan. Keterikatan dan peran serta baik pribadi maupun
bersama dengan anggota lain adalah suatu konsensus, yang meliputi :
1.
Taat
dan Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.
Mengabdi
dan berbakti kepada Nusa, Bangsa dan Negara Indonesia
3.
Setia
dan taat kepada perguruan
II.
MOTTO
Selain
itu PPS Betako Merpati Putih mempunyai motto: "Sumbangsihku tak berharga,
namun Keikhlasanku nyata".
III.
SEJARAH
Berikut Silsilah
Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
Ø BPH ADIWIDJOJO (generasi ke-1)
Ø PH SINGOSARI (generasi ke-2)
Ø R Ay DJOJOREDJOSO (generasi ke-3)
Ø GAGAK HANDOKO (generasi ke-4)
Ø RM REKSO WIDJOJO (generasi ke-5)
Ø R BONGSO DJOJO (generasi ke-6)
Ø DJO PREMONO (generasi ke-7)
Ø RM WONGSO DJOJO (generasi ke-8)
Ø KROMO MENGGOLO (generasi ke-9)
Ø SARING HADI POERNOMO (generasi ke-10)
Ø POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI
SANTOSO HADI POERNOMO (generasi ke-11)
Pewaris muda: NEHEMIA BUDI SETIAWAN (putra
Mas Budi) dan AMOS PRIONO TRI NUGROHO (putra
Mas Poeng)
Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat
Sang Guru yaitu :
1. Memiliki rasa jujur dan welas asih
2. Percaya pada diri sendiri
3. Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
4. Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada
Tuhan.
Pada tahun 1995, seorang anggota PPS Betako Merpati Putih cabang Jakarta Selatan, Mas Eddie Pasar mendapat
piagam penghargaan Rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI) karena mendemonstasikan menyetir mobil terjauh dari Bogor ke Jakarta dengan mata tertutup.
Hingga tahun 1998 PPS Betako Merpati Putih masih hanya untuk Warga Negara Indonesia saja. Namun karena minat dari luar negeri sangat banyak dan antusias,
MP mulai membuka diri untuk menerima anggota dari luar negeri.
Page | 3
Adalah Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit
putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Pelatih Merpati Putih Pertama di Amerika untuk umum. Pada awal bulan Oktober 2000 Mas Pung dan Mas Budi meresmikan American School of Merpati
Putih yang pertama berlokasi di Ogden City Mall, Utah. MP adalah
satu-satunya Pencak Silat yang diselidiki secara ilmiah mengenai masalah
adanya tenaga dalam.
Ketua Umum Merpati Putih periode 2016-2020 adalah Benyamin Ishak (putra
daerah kelahiran Pangkalpinang Babel) yang dilantik oleh Pewaris Ilmu PPS
Betako Merpati Putih, Amos Priono Tri
Nugroho dan Nehemia Budi Setiawan,
disaksikan seluruh dewan guru Merpati Putih se Indonesia, Jumat (1/4/2016)
petang.
IV.
BELADIRI
TANGAN KOSONG
Latihan
Merpati Putih mementingkan aspek beladiri tanpa senjata. Bagian-bagian tubuh
manusia dapat digunakan sebagai senjata yang tak kalah ampuhnya dengan senjata
sesungguhnya. Tetapi walaupun begitu pada anggota Merpati Putih secara ekstra
kurikuler (bukan kurikulum latihan) diperkenalkan senjata, sifat dan
karaktaristik senjata, cara menghadapi dan sebagainya.
Karena
bagaimana mungkin bisa mengalahkan lawan bersenjata apabila tidak memahami
karaktaristik dari senjata seperti bentuk, lintasan, alat penyasar, target
sasaran senjata, dan sebagainya. Untuk itulah teknik penggunaan senjata juga
dipelajari.
Senjata
khas Merpati Putih adalah TEKBI dan KUDI dan akan diajarkan secara wajib pada
pesilat secara bertahap pada tingkatan tertentu.
KUDI Merpati Putih berbentuk
sangat khas, dan diciptakan oleh Mas Poeng (Guru Besar MP). Memiliki dimensi
horizontal dan dimensi vertikal. Sarat dengan nilai-nilai dan falsafah. Mas
Poeng (Guru Besar MP) sudah bertransformasi menjadi seorang MPU yang membuat
senjata khas.
A.
Senjata
kudi B.
Senjata tekbi
V.
TUJUAN
PPS
Betako Merpati Putih adalah salah satu warisan ilmu beladiri karya nenek moyang
Indonesia asli, dan bertujuan menempa kepribadian anggota-anggotanya agar
Page | 4
berwatak
dan berkepribadian luhur, berbudi, kuat, harmonis, dinamis serta patriotis, sesuai
filsafat Indonesia, yaitu Pancasila.
Seni
beladiri adalah seperti pisau bermata dua, dapat digunakan untuk menolong
maupun melukai. Untuk itulah suatu seni beladiri harus memiliki dasar-dasar
filosofi yang kuat di dalam pengajarannya, agar tidak salah dan tidak
disalahgunakan. Pada akhirnya, apapun yang dicapai oleh praktisi beladiri akan
mengarah pada aspek vertikal terhadap Tuhan Sang Maha Pencipta.
VI.
MANFAAT
DAN TARGET
1.
Meningkatkan
suhu tubuh beserta jaringan-jaringannya.
2.
Menaikkan
aliran darah melalui otot-otot aktif.
3.
Meningkatkan
detak jantung membantu bekerjanya sistem jantung dan pembuluh darah
(cardiovaskular).
4.
Menaikkan
tingkat energi yang dikeluarkan oleh metabolisme tubuh.
5.
Meningkatkan
pertukaran (pengikatan) oksigen dalam hemoglobin.
6.
Meningkatkan
kecepatan perjalanan sinyal saraf yang memerintah gerakan tubuh.
7.
Dapat
meningkatkan kebugaran fisik seorang peserta.
8.
Bisa
mengoptimalkan Kecerdasan & daya tangkap ( nalar )
9.
Dapat
meningkatkan mental dan relaksasi fisik peserta.
10. Meningkatkan dan mempertajam
kemampuan intuisi dalam mendeteksi potensi ancaman perilaku maupun benda
berbahaya
11. Semua fungsi fisiologis dan
psikologis
12. Menaikkan kekuatan otot. dapat
dibuktikan dari perbaikaan MBC (kemampuan bernafas Maksimum), VC (Kapasitas
Vital) dan FEV (Penghembusan nafas paksa dalam 1 detik), disamping penambahan
kekuatan genggam tangan.
VII.
SASARAN
PENDIDIKAN DAN LATIHAN
1.
Kondisi
Bugar
2.
Penyembuhan
/ pengobatan
3.
Peningkatan
Stamina
4.
Peningkatan
Daya Tahan Fisik
VIII. TINGKATAN-TINGKATAN PPS BETAKO
MERPATI PUTIH
Ø Tingkat
Dasar I
tingkatan pertama masih
berstatus calon anggota, walaupun telah berseragam baju Merpati Putih, celana
hitam, kerah baju merah dengan label nama diri di dada namun sabuk masih putih
polos.
Ø Tingkat
Dasar II
tingkatan kedua dan seterusnya
telah memakai seragam anggota tanpa nama diri dengan lambang IPSI dan lambang
Merpati Putih di dada serta bersabuk merah polos.
Ø Tingkat
Balik I
sabuk merah (tanpa strip)
dengan lambang Merpati Putih di salah satu ujungnya.
Page
| 5
Ø Tingkat
Balik II
sabuk merah dengan lambang
Merpati Putih dan berstrip merah di salah satu ujungnya.
Ø Tingkat
Kombinasi I
sabuk merah dengan lambang
Merpati Putih dan berstrip jingga di salah satu ujungnya.
Ø Tingkat
Kombinasi II
sabuk merah dengan lambang
Merpati Putih dan berstrip kuning di salah satu ujungnya.
Ø Tingkat
Khusus I (Khusus Tangan)
sabuk merah dengan lambang
Merpati Putih dan berstrip hijau di salah satu ujungnya.
Ø Tingkat
Khusus II (Khusus Kaki)
sabuk merah dengan lambang
Merpati Putih dan berstrip biru di salah satu ujungnya.
Ø Tingkat
Khusus III (Khusus Badan)
sabuk merah dengan lambang
Merpati Putih dan berstrip nila di salah satu ujungnya.
Ø Tingkat
Kesegaran
sabuk merah dengan lambang
Merpati Putih dan berstrip ungu di salah satu ujungnya.
Ø Tingkat
Inti I
sabuk merah dengan lambang
Merpati Putih dan berstrip putih di salah satu ujungnya.
Ø Tingkat
Inti II
sabuk merah dengan lambang
Merpati Putih dan berstrip merah dan putih di salah satu ujungnya.
Pada
tiap tahun, yaitu tepatnya setiap Tahun Baru 1 Suro
atau 1 Muharam, seluruh anggota dari
Sabang sampai Merauke diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama
anggota lainnya di Yogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan
bersama dari semua Tingkatan. Juga diadakan Napak Tilas di daerah Bukit
Manoreh. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini
yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu
dengan anggota lainnya.
Ujian
Kenaikan Tingkat (UKT) pada tiap tingkatan dibedakan berdasarkan wilayah. Pada
tingkat Dasar I hingga Balik II dilaksanakan di Cabang (Pengcab). Pada UKT
Tingkat Kombinasi I menuju Kombinasi II dilaksanakan di Daerah (Pengda).
Sedangkan UKT untuk tingkat Kombinasi 2 ke atas dilaksanakan di Pusat
(Parangkusumo, Yogyakarta) baik anggota dalam negeri maupun luar negeri.
IX.
SIKAP
HORMAT PERGURUAN
"Mengangkat dua jari tangan kiri
(telunjuk dan jari tengah) di depan kening. Bersamaan itu pula sambil menarik
napas halus disertai tangan kanan mengepal di
Page | 6
depan dada agak ke kiri (di depan
jantung) tidak menempel, badan tegak, pandangan
lurus ke depan, muka tegak, kaki terbuka
(selebar sikap sempurna)"
Artinya :
1. Dua jari di
depan kening
a. Anggota
Merpati Putih selalu mengutamakan pemikiran terlebih dahulu daripada bertindak
b. Dua jari juga
merupakan lambang perdamaian (kode etik internasional) sehingga anggota Merpati
Putih harus selalu mengutamakan, menjunjung tinggi menghormati, serta mencintai
perdamaian
c. Dua jari juga
mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada dua hal yang selalu ada baik-buruk,
siang-malam, ayah-ibu, pria-wanita, untung-rugi, ada penciptaan-ada ciptaan.
2. Tangan
mengepal
a. Melambangkan
keteguhan hati (waktu menghirup napas) menyatukan dengan alam, dengan
kehendak-Nya, berpasrah diri, menyadari sedalam-dalamnyabahwa kita hamba Tuhan.
3. Bentuk kaki
(sikap sempurnya)
a. Melambangkan
sikap mandiri, kukuh, tegak, tegap, tegas dengan sikap memandang lurus ke
depan.
X.
ARTI
SERAGAM
1.
Baju,
terdapat lubang 3 pasang di dekat leher. Warna putih dengan leher warna merah
berbentuk segi lima dengan garis - garis jahitan berjumlah 5 buah pada bagian
setiap ujung lengan.
Artinya
:
Warna putih menunjukkan
kesucian, ketulusan hati, kepasrahan, keterbukaan hati serta menjunjung tinggi
arti perdamaian.
Leher berbentuk segi lima
menggambarkan Pancasila, terdapat juga jumlah jahitan pada leher tersebut. Ini
berarti anggota Merpati Putih menjunjung tinggi dasar negara Indonesia yaitu
Pancasila.
Lubang tali kancing
mengingatkan kita agar selalu ingat bahwa di dalam hidup ini terdapat:
TUHAN YME (sang pencipta), ALAM
(sumber hidup), DUNIA (kehidupan). Selain itu juga menggambarkan jumlah janji
anggota Merpati Putih yang sering disebut TRI PRASETYA.
2.
Celana,
berwarna hitam menggambarkan ciri khas Pencak Silat indonesia dan
merupakan pakaian khas
masyarakat (petani). Warna hitam juga melambangkan keteguhan hati.
3.
Sabuk,
berwarna merah dengan jumlah jahitan 5 jalur menggambarkan Pancasila.
Dalam menggunakan seragam yang
telah dilengkapi dengan menggunakan sabuk merah berarti telah siap sebagai
anggota Merpati Putih yang mengerti makna baik
Page
| 7
dan buruk serta bertanggung
jawab dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran perguruan yaitu MERSUDI
PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING. Anggota yang sudah bersabuk merah
sebenarnya memiliki beban tanggung jawab yang besar. Anggota yang sudah diakui
penuh, disumpah melalui janji Anggota. Disitulah perguruan mulai menanamkan
sesuatu yang harus dilaksanakan anggota yaitu :
a.
Kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
b.
Kepada
negara dan bangsa sebagai perwujudan alam seisinya.
c.
Kepada
perguruan sebagai wadah penggaliannya.
Anggota
yang masih bersabuk putih merupakan ujian semakin dijiwainya gerak dalam
berlatih pencak silat dan olah napas. Maka akan muncul semangat dari anggota
bersabuk putih untuk mendapat pengakuan dari Keluarga Besar Perguruan Pencak
Silat Merpati Putih.
XI.
Arti
Lambang PPS Betako Merpati Putih
1.
Bentuk
segi lima, PPS Betako Merpati Putih berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
2.
Garis
segi lima berwarna merah, melammbangkan persatuan dan kesatuan seluruh Keluarga
Besar PPS Betako Merpati Putih dalam mengembangkan dan melestarikan budaya
bangsa.
3.
Warna
dasar biru, melambangkan sikap dan watak perdamaian sebagai pesilat, baik di
tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.
4.
Tulisan
Betako dan Merpati Putih Bermotif Aksara Jawa, melambangkan sumber ilmu Merpati
Putih berasal dari tanah Jawa yang merupakan budaya asli bangsa indonesia.
5.
Gambar
tangan berwarna hitam (telapak tangan), melambangkan keteguhan hati bagi setiap
anggota Merpati Putih.
6.
Warna
kuning melingkari tangan, melambangkan kejayaan dari ilmu Merpati Putih.
7.
Burung
merpati dengan kepala tunduk, melambangkan sikap dan watak anggota Merpati
Putih, semakin memiliki ilmu semakin mencapai ketenangan lahir dan batin,
seperti falsafah padi (semakin berisi semakin merunduk).
8.
Pita
berwarna merah bertuliskan Merpati Putih berwarna putih, melambangkan warna
bendera Pusaka Merah Putih yang melambangkan keberanian dan kesucian.
Page | 8
XII.
GURU
DAN PEWARIS
Sang Guru
Saring
Hadi Poernomo (Ayah Mas Poeng dan Mas Budi)
Guru Besar
Hadi
Poernomo (Mas Poeng)
Budi
Santoso Hadi Poernomo (Mas Budi)
Dewan Guru
Yadi
Mintorogo (Mas Yadi)
Soenarjo
(Mas Nardjo)
Mulyanto
Tambak (Mas Mul)
M.
Poerwono (Mas Poer)
Pewaris Muda
Amos
Priono Tri Nugroho (putra dari Mas Poeng)
Nehemia
Budi Setyawan (putra dari Mas Budi)
XIII. Perkembangan Merpati Putih
1.
Tahun
1968 mendapat kehormatan melatih anggota seksi I Korem 072 dan Anggota
Bataliyon 403/ Diponegoro di Yogyakarta
2.
Tahun
1973 bekerja sama dengan AKABRI udara dan beberapa tenaga ahli dari fakultas
kedokteran Universitas Gajah Mada dipimpin oleh Prof .Dr .Achmad Muhammad,
mengadakan penelitian dari segi-segi yang menyangkut metode latihan Betako
Merpati Putih. Hasil penelitian ini mendorong pengembangan yang lebih luas
wawasan Merpati Putih.
3.
Tahun
1976 mendapat kehormatan melatih para Anggota Pasukan Pengawal Presiden (
PASWAPRES ).
4.
Tahun
1977 Terbentuk Cabang Jakarta dan sekaligus mendapat peluang melatih para
anggota Koppasandha di Cijantung.
5.
5
oktober 1978 peragaan hasil latihan oleh Anggota Koppasandha tersebut pada
perayaan HUT ABRI.
6.
Tahun
1983 kerja sama dengan pusat jasmani Militer Komando Pengembangan Pendidikan
dan latihan TNI AD
7.
Tahun
1984 kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta mengadakan
penelitian tentang Manfaat latihan Merpati Putih.
8.
Tahun
1987 kerja sama dengan yayasan jantung sehat dan Rumah Sakit Harapan Kita
Jakarta, dipimpin oleh Dr.Dede Kuswara.
9.
Tahun
1987 Tour bersama IPSI ke Eropa dalam misi Budaya Bangsa
10. Tahun 1989 Partisipasi dalam
pembukaan SEA GAMES di Jakarta
a.
Tahun
1990 bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
b.
Tahun
1991 pelatihan Tuna Netra
c.
Tahun
1992 Membawa dan memperkenalkan Tuna Netra hasil latihan ke Eropa.
Page | 9
d.
Tahun
1992 Partisipasi latihan untuk Tim PSSI Yunior (Kejuaraan Yunior Asia 1992 )
dan Tim PSSI PRA PIALA DUNIA 1992
e.
Tahun
1994 Tour persahabatan ke Belanda
f.
Tahun
1994 bersama KADIN peragaan di Brunei Darussalam
g.
Tahun
1994 Melatih Tuna Netra Kerajaan Oman
h.
Tahun
1995 kerja sama dengan yayasan Kartika Destarata (Yayasan Tunanetra Persit
Kartika Chandra Kirana TNI AD ) melatih Tuna Netra se-Indonesia
i.
Tahun
2009 bekerja sama dengan PEMPROV DKI Jakarta dalam upaya penyelamatan Sungai
Ciliwung dari kerusakan
j.
Tahun
2010 Pemantapan dan Penyeragaman Pelatih Se Jabotabek dan sekitarnya.
k.
Tahun
2010 Program Pelatihan Ekskul SD, SMP, SMA
l.
Tahun
2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk
tergabung dalam tim pencari korban bencana alam. Getaran akan digunakan untuk
deteksi lokasi korban bencana alam (banjir, kebakaran, tanah longsor, dsb)
m. Tahun 2011 melakukan pagelaran
teater silat berbasis gerakan dan keilmuan Merpati Putih (tata gerak, power,
dan getaran tutup mata) di Gedung Kesenian Jakarta dengan tema "PENDEKAR
KELANA".
Selanjutnya dari Tahun ke Tahun
PPS Betako Merpati Putih berkembang ke seluruh pelosok Tanah Air bahkan Manca
Negara. Sampai saat ini telah terbentuk 10 PENGDA dan 85 Cabang di seluruh
Indonesia dan 4 Cabang di luar negeri.
Merpati Putih adalah salah satu perguruan silat
yang mendapatkan akses pada militer khusus dengan dilatihnya para special force
Indonesia seperti Kopassus (TNI-AD), Marinir, Kopaska (TNI-AL), Paskhas
(TNI-AU), Brimob (Kepolisian). Pelatihan ini menunjukkan tidak adanya unsur
klenik atau magis di dalamnya. Merpati Putih juga aktif berpartisipasi di dalam
event-event nasional dan internasional seperti World Martial Arts Festival dan
International Martial Arts.
Para
Dewan Guru, Guru Besar, Pewaris, dan Senior senantiasa mengembangkan secara
aplikatif beragam aspek dari getaran. Beberapa hasil aplikatif dari getaran
(vibravision) yang berhasil dikembangkan oleh Merpati Putih:
Ø Program Normalisasi Diabetes
Ø Program Pelatihan Tuna Netra
(atau siapa saja yang kehilangan daya lihat karena kecelakaan atau disebabkan
oleh penyakit seperti Glukoma, Retinitis Pigmentosa dan lain-lain)
Ø Program Pelatihan Tuna Netra
yang buta total akibat kerusakan pada mata yang akut
Ø Program Kecantikan Kulit
Page | 10
Ø Program 'Lepas Kacamata' bagi
mata yang minus, plus, atau silinder
Ø Program Penghancuran Batu
Ginjal (masih tahap riset)
Ø Regenerasi sel-sel tubuh
(program kebugaran untuk manula dan yang menderita penyakit)
Ø Deteksi radiasi nuklir (bekerja
sama dengan BATAN). Hasilnya, getaran Merpati Putih lebih cepat mendeteksi
keberadaan radiasi dibanding alat dari BATAN
Ø Deteksi narkoba di Mapolda
Metro Jaya (Jakarta, bekerja sama dengan Brimob DKI Jakarta). Hasilnya, getaran
Merpati Putih dapat menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba meski disembunyikan
pada mobil, kantong, jaket, lemari, sepatu, dan yang lainnya.
XIV. Pesilat Nasional dan Dunia
Merpati
Putih ikut memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan negara dengan beberapa
anggota yang menjadi pesilat nasional dan dunia seperti:
1.
Joko
Suprihatno (Juara Dunia)
2.
Haris
Nugroho (Juara Dunia)
3.
Dian
Kristanto (Juara Dunia, Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2010 di Padepokan Taman
Mini Indonesia Indah)
Page | 11
PENUTUP
Berdasarkan uraian diatas,
dapat diperoleh kesimpulan bahwa pencak silat adalah suatu seni bela diri
tradisional yang berasal dari Indonesia.
Perguruan Pencak Silat Bela
Diri Tangan Kosong Merpati Putih sudah diajarkan turun temurun hingga saat ini
sudah berkembang pesat, bahkan seni bela diri ini sudah ada di Luar Negeri.
Merpati Putih Luar Negeri yaitu Merpati Putih USA, Merpati Putih Jepang, dan
Merpati Putih Belanda.
PPS BETAKO Merpati Putih
memiliki banyak manfaat jika melakukan latihan secara rutin dan bersungguh-sungguh,
seperti:
1.
Tingkat
kesegaran jasmani dinyatakan baik dan meningkat.
2.
Pemulihan
kondisi fisik ke keadaan semula relatif cepat.
3.
Kemampuan
ketrampilan perorangan ikut meningkat.
4.
Metode
latihan Merpati Putih tidak menimbulkan suatu kelainan yang bersifat merugikan
/ mengganggu kesehatan.
5. Hal yang ditonjolkan sebagai
suatu ciri khas latihan Merpati Putih, ialah latihan-latihan kerutan otot
secara isometrik, yang di harapkan akan menaikkan kekuatan otot.
Oleh karena itu, sangat penting
sekali untuk mempelajari seni bela diri, karena selain melestarikan aset budaya
bangsa juga memberikan pertahanan diri dari kejahatan serta mendapatkan dampak
positif lainnya.
Page | 12
DAFTAR
PUSTAKA
Nadasiah, Ria Risti. “Merpati
Putih dan Penelitian Ilmiah”. http://merpatiputih-riiaristinadasiah.blogspot.co.id/p/merpati-putih-dan-penelitian-ilmiah.html
Pps Betako Merpati Putih. 2013.
“Manfaat dan Target”. 26 Maret
2017.
http://www.ppsbetakomerpatiputih.com/index.php?p=container&sh=manfaat#
Syahputra, Boy. “Sejarah Merpati Putih”. 18 Agustus
2009. http://silatmerpatiputih.blogspot.co.id/2009/08/sejarah-merpati-putih.html#!/tcmbck
Yanweka. “Perguruan Pencak Silat Merpati Putih”. 21 Agustus 2009. http://www.silatindonesia.com/2009/08/perguruan-pencak-silat-merpati-putih/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar