STUDI KASUS
MELEMAHNYA KURS RUPIAH
Disusun Oleh:
Viva Widya Dwi Castrena (27215061)
KELAS 2EB06
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
Mata Kuliah: Aspek Hukum dalam Ekonomi
Dosen: Ibu Tri Damayanti
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Uang adalah alat tukar yang sah sebagai pembayaran dalam melakukan
transaksi. Setiap Negara memiliki mata uang yang berbeda-beda dan memiliki
nilai yang berbeda pula antarnegara. Ini membuat adanya kurs tukar atau nilai
tukar yang disepakati antar dua negara. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini
nilai tukar rupiah melemah. Hal ini menyebabkan penurunan perekonomian di
Indonesia. Keadaan rupiah yang melemah menyebabkan pasar cenderung meningkatkan
harga-harga dan tentunya berdampak buruk bagi masyarakat Indonesia. Harga untuk
memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat tidak berbanding lurus dengan
pendapatan masyarakat saat ini. Mengetahui hal
itu, penulis melaksanakan studi
kasus ini dengan maksud untuk membuat
penelitian tentang melemahnya nilai rupiah dan berusaha mencari solusi untuk
mengatasi permasalahan tersebut.
Perkembangan
ekonomi di Indonesia pada tahun 2017 sangat dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah
terhadap mata uang asing. Naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang
asing sangat berdampak terhadap kegiatan perekonomian di Indonesia. Melemahnya
nilai mata uang rupiah jelas memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
B.
Batasan
Masalah
Agar permasalahan yang dibahas tidak terlalu meluas,
maka pada laporan studi kasus ini hanya membahas hal-hal apa saja yang
menyebabkan kurs rupiah semakin melemah khususnya dalam transaksi jual-beli mata
uang USD.
C.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah tersebut, maka dapat diambil permasalahan yang mungkin
timbul :
1.
Apa saja penyebab terjadinya kurs rupiah yang melemah?
2.
Bagaimana dampak dan solusi dari semakin kuatnya mata
uang USD terhadap rupiah (IDR) ?
D.
Tujuan
Penyusunan
Tujuan penyusunan laporan
ini meliputi:
1.
Untuk mengetahui permasalahan kurs rupiah.
2.
Digunakan sebagai bahan untuk menentukan jalan
keluar/pemecahan masalah bagi masyarakat Indonesia.
3.
Mengetahui penyebab terjadinya kurs rupiah yang
melemah.
4.
Mengetahui solusi dari permasalahan kurs rupiah yang
melemah.
E.
Teknik
Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data tentang melemahnya kurs rupiah,
penulis menggunakan teknik :
1.
Penelitian Kualitatif
Dengan teknik pengumpulan data studi kasus (case
study).
BAB II
IDENTIFIKASI KASUS
Nilai
|
Kurs
Jual
|
Kurs
Beli
|
Tanggal
|
1.00
|
13,388.00
|
13,254.00
|
31 Mei
2017
|
1.00
|
13,403.00
|
13,269.00
|
30 Mei
2017
|
1.00
|
13,379.00
|
13,245.00
|
29 Mei
2017
|
1.00
|
13,361.00
|
13,229.00
|
26 Mei
2017
|
1.00
|
13,383.00
|
13,249.00
|
24 Mei
2017
|
1.00
|
13,362.00
|
13,230.00
|
23 Mei
2017
|
1.00
|
13,363.00
|
13,231.00
|
22 Mei
2017
|
1.00
|
13,477.00
|
13,343.00
|
19 Mei
2017
|
1.00
|
13,410.00
|
13,276.00
|
18 Mei
2017
|
1.00
|
13,373.00
|
13,239.00
|
17 Mei
2017
|
1.00
|
13,364.00
|
13,232.00
|
16 Mei
2017
|
1.00
|
13,386.00
|
13,252.00
|
15 Mei
2017
|
1.00
|
13,407.00
|
13,273.00
|
12 Mei
2017
|
1.00
|
13,422.00
|
13,288.00
|
10 Mei
2017
|
1.00
|
13,384.00
|
13,250.00
|
9 Mei 2017
|
1.00
|
13,391.00
|
13,257.00
|
8 Mei 2017
|
1.00
|
13,406.00
|
13,272.00
|
5 Mei 2017
|
1.00
|
13,397.00
|
13,263.00
|
4 Mei 2017
|
1.00
|
13,363.00
|
13,231.00
|
3 Mei 2017
|
1.00
|
13,383.00
|
13,249.00
|
2 Mei 2017
|
BAB III
PEMBAHASAN
Rupiah bergerak melemah. Nilai tukar rupiah jatuh baik
di perdagangan antarbank maupun di pasar spot. Sementara itu, indeks dollar AS
memang semakin menguat. Indeks yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap mata
uang utama dunia naik 0,14%.
Mengutip Bloomberg, penurunan rupiah disetir kondisi
global, di mana pasar menarik dana dari aset berisiko, sementara kondisi global
masih diliputi pelemahan. Salah satunya pernyataan Presiden ECB Mario Draghi
yang mengatakan, zona euro masih membutuhkan stimulus moneter saat ini.
A.
Penyebab
Melemahnya Kurs Rupiah
Pelemahan
nilai tukar rupiah disebabkan oleh beberapa faktor, yakni faktor internal dam
eksternal. Faktor internal antara lain:
1.
Terus membengkaknya defisit neraca transaksi berjalan
yaitu ekspor dan impor barang. Penyebab defisit adalah naiknya impor bahan baku
dan barang modal dan pembayaran utang luar negeri.
2.
Kecenderungan perusahaan
dalam negeri membayar hutang dalam bentuk dollar. Dollar semakin banyak
digunakan dan stoknya Kurs beli dollar menguat, sedangkan kurs jual rupiah
melemah.
3.
Produk impor sangat banyak
pasaran, sementara ekspor Indonesia agak Negara mengalami defisit perdagangan,
akibatnya nilai tukar rupiah melemah.
4.
Aktivitas perusahaan asing membayar dividen dalam
bentuk dollar ke Negara
5.
Sifat masyarakat yang konsumtif terhadap barang-barang
mewah luar negeri sehingga meningkatkan penggunaan dollar.
6.
Banyak masyarakat yang lebih menyukai barang luar
negeri dari pada produk lokal, hal ini menyebabkan tingginya angka impor dan
rendahnya angka
Selain faktor internal diatas, naik turunnya nilai
tukar rupiah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal:
1.
Aksi borong dollar yang dilakukan spekulan asing
menjelang akhir Aksi ini dipicu oleh momen liburan panjang seluruh umat manusia
berkaitan dengan perayaan natal dan tahun baru masehi. Kebutuhan akan Dollar
meningkat drastis.
2.
Kebijakan moneter Eropa dan Jepang yang melemahkan
Euro dan Yen. Euro melemah sebanyak 13 persen dan yen melemah 12 persen.
Kebijakan moneter (quantitative easing/QE) diambil agar pasar mata uang pemakai
euro dan yen lebih Imbasnya, kondisi ekonomi negara-negara berkembang menjadi
tak stabil dan mata uang mereka cenderung melemah.
3.
Membaiknya ekonomi AS sehingga nilai tukar dolar AS
menguat terhadap semua mata uang lain.
4.
Isu kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) untuk menarik
dana insentif untuk memperbaiki ekonomi AS karena ekonomi AS memang sudah
membaik (dikenal sebagai kebijakan Tappering Off)
B.
Dampak
Kurs Rupiah Yang Melemah
1.
Karyawan bergaji dollar diuntungkan.
Apabila kurs rupiah
melemah, nilai dolar AS akan meningkat. Dengan begitu, mereka yang bergaji
dolar AS akan diuntungkan. Sebab dolar yang didapat bila dikonversikan ke
rupiah, jumlah rupiah yang didapat lebih banyak dari sebelum melemahnya rupiah.
2.
Keuntungan Eksportir Dalam Negeri Meningkat
Akibat kurs rupiah melemah
maka banyak permintaan dari luar terhadap produk-produk Indonesia. Meningkatnya
pembelian produk-produk dalam negeri tentu saja meningkatkan keuntungan
beberapa eksportir Indonesia, seperti eksportir mebel dan tekstil.
Kondisi ini adalah hal yang
logis karena bila barang-barang dalam negeri dijual dengan mengacu pada rupiah,
sudah tentu importir yang membelinya dengan mengonversi dolarnya ke rupiah akan
mendapatkan barang dalam jumlah lebih besar daripada sewaktu rupiah menguat.
Sayangnya, keuntungan
tersebut tidak dirasakan semua eksportir. Bagi eksportir yang produksi
produk-produknya mengandalkan bahan baku dari luar negeri, melemahnya rupiah
justru memaksa mereka untuk menaikkan harga jual produknya. Naiknya harga jual
produk yang sebanding dengan menguatnya dolar tidak membawa keuntungan berarti
bagi eksportir tersebut.
3.
Barang Impor Menjadi Mahal, Barang Lokal Semakin Laris
di Pasaran
Dampak yang sangat terasa
dengan melemah kurs rupiah adalah harga produk impor yang semakin mahal.
Naiknya harga barang impor akan membuat masyarakat beralih ke produk lokal yang
harganya lebih terjangkau. Sebagai contoh, karena rupiah melemah, harga buah
impor mengalami kenaikan. Masyarakat pun menjadi enggan untuk membeli buah
impor dan memutuskan beralih mengonsumsi buah lokal.
Jika lebih banyak orang
memilih buah-buahan lokal, buah-buahan impor akan surut jumlahnya. Situasi ini
membuat importir buah mengalami penurunan omzet. Namun, saat yang bersamaan,
petani dan pedagang buah lokal memperoleh keuntungan.
4.
Suku Bunga Naik, Risiko bagi Pertumbuhan Kredit
Melemahnya
rupiah menjadi dilema bagi Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga yang bertanggung
jawab atas urusan moneter dalam negeri. Bersama dengan Pemerintah, BI terus
menstabilkan nilai rupiah yang turun dan menjaga rupiah agar tidak melemah.
Menaikkan suku bunga merupakan langkah yang mau tak mau harus dilakukan akibat
melemahnya kurs rupiah.
Lalu,
apa dampak dari dinaikkannya suku bunga? Paling jelas adalah pertumbuhan kredit
menjadi melambat. Orang-orang enggan untuk mengambil kredit sebab bunganya yang
mahal. Selain itu, bukan tidak mungkin meningginya kredit bermasalah
(Non-Performing Loan/NPL) sebagai dampak dari kenaikan suku bunga.
5.
Melemahnya Rupiah Mengancam Obligasi dan Surat Utang
Negara (SUN)
Dampak
negatif dari melemahnya kurs rupiah juga menyasar ke perdagangan obligasi dan
Surat Utang Negara (SUN). Dengan mengacu pada lemahnya kurs rupiah,
investor-investor akan menjual obligasi dan SUN yang telah mereka beli.
Situasi
kian buruk jika tidak ada yang membeli obligasi dan SUN. Harga obligasi dan SUN
nantinya bisa merosot dan dapat berakibat terhadap kurs rupiah. Karena itu,
dalam situasi ini Bank Indonesia (BI) akan mengambil tindakan dengan membeli
obligasi dan SUN yang dijual investor-investor asing. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan
pasar uang.
C.
Solusi
Terhadap Kurs Rupiah Yang Melemah
1.
Memperbaiki defisit transaksi berjalan dengan cara
mulai membangun industri-industri substitusi impor.
(Industrialisasi
Substitusi Impor (ISI) adalah kebijakan perdagangan dan ekonomi yang mendukung
penggantian barang impor asing dengan barang produksi dalam negeri. ISI
didasarkan pada anggapan bahwa sebuah negara harus mengurangi ketergantungannya
pada negara asing dengan mengembangkan produk industri dalam negerinya)
2.
Menarik pulang devisa hasil ekspor yang sekarang masih
banyak parkir di bank-bank luar negeri dengan cara:
Membebaskan pajak bunga
deposito hasil ekspor tersebut. Kepulangan devisa hasil ekspor sangat penting
untuk meyangga cadangan devisa Indonesia untuk kepentingan BI menstabilkan
nilai tukar rupiah.
3.
Memakai Produk Dalam Negeri
Dengan
tujuan menekan harta dan devisa negara yang tersedot ke luar negri. Dengan
meningkatkan pemakaian produk dalam negeri maka modal akan berputar di dalam
negeri sehingga likuiditas tetap terjaga. Tentunya ada satu syarat yaitu value
produk nasional harus ditingkatkan.
4.
Buy Back Saham Perusahaan yang dikuasai Pihak Asing
Dengan
adanya trend go public, perusahaan besar di Indonesia termasuk BUMN sahamnya
telah banyak dimiliki oleh pihak asing. Diantaranya adalah: Telkom, XL, dan
Indosat. Tentunya dengan adanya kepemilikan asing, maka deviden juga lari ke
pihak asing. Ini berarti dana segar yang berasal masyarakat Indonesia tertarik
ke luar sehingga mengakibatkan turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang
asing.
5.
Berantas Korupsi
Dengan
adanya gerakan pemberantasan korupsi yang telah dilakukan oleh KPK, dana
pembangunan pemerintah diharapkan akan jatuh pada tempat yang semestinya
sehingga setiap tahun pembangunan dapat dilaksanakan dengan pengawasan yang
optimal. Dengan begini seluruh sektor perekonomian akan berkembang.
6.
TKI Pahlawan Devisa Negara Indonesia
TKI
merupakan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri dan mengirimkan
uang hasil kerjanya ke Indonesia. Pemerintah sebaiknya memperhatikan satu point
ini yang dapat meningkatkan nilai tukar rupiah dengan cara menyaring kualitas
TKI agar Tenaga Kerja asal Indonesia dapat bekerja dengan kualitas yang tinggi
di negara lain sehingga negara lain menerima bahkan membutuhkan TKI lebih
banyak dari sebelumnya, dikarenakan kinerja dan kualitas nya lebih baik.
7.
Iklan di media
Tujuan
iklan di media ini lebih terkait dengan kampanye gerakan cinta produk dalam
negeri. Sama dengan poin ketiga dengan memakai produk dalam negeri maka modal
berputar lebih banyak di negeri sendiri yaitu Indonesia.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil studi
kasus ini, dapat disimpulkan bahwa untuk memperkuat Kurs Rupiah hal utama yang
harus dilakukan adalah melalui tindakan diri sendiri dengan mencintai produk
dalam negeri, jangan termakan trend jaman kini untuk lebih memilih membeli
produk luar negeri. Tahun 2017 ini sudah banyak sekali produk-produk Indonesia
yang tak kalah menarik dan siap bersaing secara Internasional. Lalu memperbaiki
defisit transaksi berjalan dengan cara mulai membangun industri-industri
substitusi impor, menarik pulang devisa hasil ekspor, buy back saham perusahaan
yang dikuasai pihak asing hingga berantas korupsi, meningkatkan kinerja TKI
sampai iklan di media adalah tugas pemerintah dan pihak-pihak yang
bersangkutan.
DAFTAR PUSTAKA
Cicilia, Sanny. “Rupiah Dilepas, Kurs Melemah Ke
Rp 13.330”. 30 Mei 2017. http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-dilepas-kurs-melemah-ke-rp-13330
Indonesia, Bank Sentral Republik. “Kurs Transaksi Bank
Indonesia”. 3 Juni 2017. http://www.bi.go.id/id/moneter/informasi-kurs/transaksi-bi/Default.aspx
Oktavianus, Boby Chandro. “Dampak Ini yang Terjadi
Akibat Melemahnya Kurs Rupiah”. 30 Mei 2017. https://www.cermati.com/artikel/dampak-ini-yang-terjadi-akibat-melemahnya-kurs-rupiah
